Bid’ah, Bid’ah dan Bid’ah !!!

- Penulis

Selasa, 28 Februari 2023 - 07:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Dukung Pembangunan Pondok Pesantren Al Muhajirin

Bid’ah satu kata yang seringkali kita dengar: Bid’ah, Bid’ah, Bid’ah, Bid’ah. “Kullu bid’atin dholalah, wa kullu dholalatin finnaar” (Semua bid’ah adalah sesat dan semua yang sesat tempatnya di neraka). Sebenarnya sudah taukah arti Bid’ah? Apa cuma kaya Hijab dan Hijrah?

Kebanyakan orang jika ditanya “Apa itu Bid’ah?” mereka akan menjawab, segala hal baru yang tidak pernah ada di jaman Rasulullah. Sebagian orang juga menjawab, yaitu segala hal yang diada-adakan dan tidak pernah dilakukan/dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Wah kalau diartikan seperti itu,  semua orang masuk neraka dong! Baju, HP, Laptop, kutang, kancut yang kamu pakai saat ini juga tidak ada di jaman Nabi, bahkan wajahmu pun juga tidak ada di jaman Nabi SAW? Jadi semuanya masuk neraka? Itu arti Bid’ah?

Di Jaman Nabi saw, zakat fitrah tidak ada yang pakai beras. Maka di jaman ini yang zakat pakai beras akan masuk neraka! Berangkat ibadah Haji harusnya berjalan dan naik unta. Maka sekarang yang berhaji naik pesawat  semuanya masuk neraka. Kacau semua bos!

Baca Juga :  Forget That Facelift – "Wrap" Your Face into Shape

Maka guruku yang mulia selalu berpesan, “Pahami dulu tentang definisi”. Dalam berbagai kaidah pokok ilmu dalam islam, ada yg disebut dgn Ta’rif (definisi). Yaitu pengertian yang menjelaskan suatu hakikat makna perkataan, ungkapan atau pendapat hukum.

Pahami dulu tentang DEFINISI. Jadi apa itu bid’ah?

Bid’ah adalah : “Thariqatun Fiddini Mukhtara’ahtun, Tudhahiyus Syariah Yuqshodu Bisuluki Alaiha Al-Mubalaghahtu Fitta’abudi Lillah”

Apa artinya? Jadi Bid’ah adalah suatu jalan/cara beragama yang dibuat-buat sehingga menyerupai/menandingi SYARIAT dengan tujuan mengamalkannya untuk berlebih-lebihan dalam ibadah terhadap Allah.

Imam Al Baihaqi mendefinisikan bid’ah yaitu, suatu jalan beribadah (ciptaan/rekaan/dibuat-buat) yang disandarkan oleh pembuatnya kepada agama sehingga menyerupai SYARIAT, yang dikerjakan dgn maksud berlebih-lebihan dan menjadikannya tata agama baru yang menyerupai/menandingi jalan syariat, sementara yang dikerjakannya tidak bisa dikembalikan kepada hukum Al-Qur’an dan Hadits.

Baca Juga :  Kenapa Bersyukur Bisa Mengubah Hidupmu?

Contoh: Sholat maghrib rukun & syariatnya adalah 3-rakaat, terus ada orang yang saking semangatnya beribadah dan ingin pahalanya bertambah, maka ia melakukan sholat maghrib menjadi 4-rakaat.

Inilah bid’ah, dia menambah sendiri rakaat maghrib yang sudah jelas ketentuan rukunnya sehingga berlakulah sabda rasulullah, “Kullu bid’atin dholalah, wa kullu dholalatin finnaar” (semua bid’ah adalah sesat dan semua yang sesat tempatnya di neraka) Kalau mau sholat ribuan rakaat di persilahkan dengan sholat sunnah.

Konteks bid’ah adalah mengada-adakan perkara baru dalam urusan syariat agama. Sebagaimana riwayat imam muslim, “Telah menceritakan kepada kami [Abu Ja’far Muhammad bin Shabah] dan [Abdullah bin ‘Aun Al Hilali] semuanya dari [Ibrahim bin Sa’d]. [Ibnu Shabah] berkata;

telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa’d bin Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Al Qasim bin Muhammad] dari [‘Aisyah] dia berkata, “Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa mengada-ngada sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kami, padahal kami tidak perintahkan, maka hal itu tertolak” Sampai sini jelas yah?

Baca Juga :  Kebahagiaan? Gimana sih Standar Bahagia?

Lalu bagaimana dengan fatwa yang rame akhir-akhir ini?

Yah silakan aja, toh hanya fatwa.

Memahami fatwa yg paling mudah adalah ketika ada orang mengajukan pertanyaan kepada ulama Faqih yang menguasai dalil-dalil hukum agama, si penjawab disebut MUFTI dan pendapatnya/ jawabannya disebut dengan FATWA.

Fatwa tsb tidak punya legalitas untuk memaksa dan TIDAK WAJIB ditaati. Terkecuali jika Fatwa itu dikuatkan dgn sebuah keputusan hakim (Qodhi), maka potensinya menjadi undang-undang hukum (Qanun) dalam suatu wilayah, sebagaimana di Saudi yang kini membolehkan wanita mengemudi mobil.

Maka imam Nawawi mengatakan, “Fatwanya seorang Alim/Ulama itu TIDAK mengikat suatu keharusan, berbeda dengan keputusan hakim/Qodhi” (Adabul Fatwa li An-Nawawi)

Pertanyaannya sekarang:

1. Apakah Indonesia mempunyai seorang Mufti yang wahid?

2. Apakah Indonesia mempunyai seorang Qodhi? Jawabnya adalah TIDAK!

So Case closed.

diambil dari: thread@CeritaGuruadeirra

Follow WhatsApp Channel theambyar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!
Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru
Kenapa Kita Susah Berubah?
Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu
Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai
Di Balik Reruntuhan Pakungwati, Ada Kisah Cinta dan Awal Peradaban Islam Cirebon!
BP3 Cirebon Gelar Lomba Renang, Latih Mental Anak
Dikhianati, tapi Harus Memaafkan?
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

1 × 2 =

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kenapa Kita Susah Berubah?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai

Berita Terbaru

Artikel

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:00 WIB

Artikel

Kenapa Kita Susah Berubah?

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:00 WIB