INGAT Terkadang Kita Hanya Mampu Membaca Doa tapi Belum Mampu Berdoa (1)

- Penulis

Rabu, 8 Februari 2023 - 07:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Dukung Pembangunan Pondok Pesantren Al Muhajirin

Banyak orang yang 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘥𝘰𝘢 namun justru 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘰𝘢. Saat itu aku berkunjung ke kediaman Guruku yang mulia, dan aku bertanya tentang pemahaman Hakikat berdoa dalam Surah Al-Mukmin ayat ke 60. atau disebut juga dengan Al Ghafir yg berbunyi:

“Qola Rabbukum ud’uuni Astajib Lakum”

(Tuhanmu berfirman Berdoalah kepada-Ku, akan Aku kabulkan doamu)

Rasanya segala ilmu yang ada dalam diri Beliau ingin aku copy paste ke dalam diriku supaya bisa Faqih seperti ilmu Beliau (bole dong mimpi).   Beliaupun berkata, memaknai lafadz tersebut adalah hal yang mudah, coba jawab ‘ud’uuni Astajib Lakum’ ada berapa kalimat?

“Ada dua, ud’uuni (Berdoalah kepada-Ku) & Astajib Lakum (Aku kabulkan doamu)” jawabku.   Betul, sekarang coba kamu jawab bentuk dasar dari lafadz tersebut?, tanya beliau.   “Ud’uuni adalah Fi’il amr!”, jawabku (kata kerja perintah).

Baca Juga :  Ujian? Jangan Takut, Yuk Simak Tips dalam Menghadapi Ujian!

Sebagaimana dalam kitab Jurumiyyah tentang Jawaazim Al-Mudhoori tertulis di antara al-Adawaatu (alat) yang menjazmkan Fi’il Mudhori’ adalah laam Al-Amr dan Ad-Du’aa` serta Laa fii an-Nahyi dan ad-Du’aa`.

Dan Syaikh Muhyiddin Abdul Hamid dalam At-Tuhfah As-Saniyyah menerangkan bahwa, laam al-Amr dan laam ad-Du’aa` secara makna adalah sama. Yaitu MEMINTA untuk mengerjakan suatu pekerjaan dengan permintaan yang pasti.

Sehingga kita temui asal kata do’a adalah “Da’a – Du’a (an)” yang berarti “memanggil/seruan”   Sedangkan Sifat Lafadz ud’uuni (Berdoalah kepada-Ku), adalah Al Amr sebagai perintah dari pihak yang lebih tinggi (Tuhan) kepada yg rendah (hamba).

Baca Juga :  Bechi, Kultus, dan Kekerasan Seksual

“Wah hebat, nampaknya sudah khatam kitab Jurumiyyah,” kata Beliau. Akupun cengar-cengir macam ikan sapu-sapu.   Itulah Beliau, guruku yg selalu memberikan pujian pada setiap ciptaan dan belum pernah aku melihat Beliau melontarkan caci maki dalam setiap ajarannya.

Lalu Beliau melanjutkan,   Tepat, Nak, Jadi kalo saya bilang ‘Da’autu Fulanan’ maka artinya saya memanggil seseorang dan saya berharap orang itu datang. Sekarang kita naik ke pelajaran selanjutnya.

Ketika Tuhan berkata ‘berdoalah kepada-Ku’, siapa yang jadi subjek dan objeknya?

“Subjeknya adalah kata ganti orang kedua (jamak) yaitu manusia keseluruhan, Objeknya adalah kata ganti orang pertama, yaitu Tuhan”, jawabku.   Dari sini aku baru paham bahwa dalam doa, 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨  𝘣𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘳𝘪𝘣𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩.

Contoh: Istri berkata kepada suaminya, ‘ciumlah aku’ Hal ini adalah perintah yang mengartikan istri minta dicium oleh suaminya (bukan nyium istri org lain yah)

Baca Juga :  Swasta tidak Menjadi Penghalang untuk Melanjutkan Ke Sekolah Negeri

Dalam konteks perintah itu, kita harus memahami bahwa istri tersebut MEMPERKENANKAN suaminya untuk mencium dirinya. Di balik perkataan ‘ciumlah aku’ terdapat sebuah kerelaan dari hatinya untuk dicium.

Sama halnya ketika Tuhan berkata ‘berdoalah kepadaku’ maka juga terdapat perintah dan kerelaan Tuhan kepadamu. Tanpa kerelaan itu takkan terjadi perintah tersebut.

Masih Penasaran tunggu Penjelasanya di part (2)

diambil dari: thread@CeritaGuruadeirra

Follow WhatsApp Channel theambyar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!
Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru
Kenapa Kita Susah Berubah?
Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu
Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai
Di Balik Reruntuhan Pakungwati, Ada Kisah Cinta dan Awal Peradaban Islam Cirebon!
BP3 Cirebon Gelar Lomba Renang, Latih Mental Anak
Dikhianati, tapi Harus Memaafkan?
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

sixteen − 4 =

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kenapa Kita Susah Berubah?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai

Berita Terbaru

Artikel

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:00 WIB

Artikel

Kenapa Kita Susah Berubah?

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:00 WIB