HARI RAYA KU!! (Dinamika 1 Syawal)

- Penulis

Jumat, 21 April 2023 - 07:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Dukung Pembangunan Pondok Pesantren Al Muhajirin

Mengapa NU dan Muhamadiyah berbeda dalam menetapkan awal bulan Syawal (Hari Raya Idul Fitri)?Setidaknya, untuk saat ini ada dua metode dalam menentukan awal bulan, yaitu metode ru’yah dan metode hisab.

Dua metode ini kalau dalam filsafat dikenal dengan empirisme (al-mahsusat) dan rasionalisme (aqliyat). Yang pertama menggunakan pengalaman panca indra, melihat langsung (ru’yah) hilal menggunakan mata telanjang dibantu teleskop, sementara pendekatan kedua melalui penghitungan (hisab).

Kedua pendekatan ini seringkali tidak ketemu bahkan bisa saling membelakangi. Al-Imam al-Ghazali dalam al-Munqiz min al-Dhalal mengkritik dua metode pendekatan ini.

Katanya, keduanya sama-sama masih menyisahkan keragu-raguan. Tidak seperti cahaya pengetahuan yang dipantulkan Allah SWT ke lubuk hati. Ia membuat semua pengetahuan membuka diri dan menghampiri subjek. Inilah yang diaebut pengetahuan intuitif (irfani).

Baca Juga :  Acrophobia? Apakah Kamu Juga Mempunyai Pobia Ini?

Pengetahuan jenis ini tak didapat melalui spekulasi akal maupun pengalaman indrawi dan hanya bisa disaksikan melalui mata batin (bashirah).

Jika pengetahuan akal dan pengalaman indrawi didapat melalui proses pembuktian (istidlal) dengan cara mendekati dan mengambil jarak dengan objek pengetahuan, pengetahuan intuitif tidak perlu melalui proses pencarian dan pembuktian (iktisabi) melainkan datang dan menampakkan sendiri (husuli/huduri), subjek-objek melebur menjadi satu.

Rasionalisme (aqliyat) dan empirisme (mahsusat) masih dalam tingkat syariat, sedangkan intuitif sudah mencapai hakikat. Jika untuk mendapat uang kita masih harus bekerja membanting tulang, berarti kita masih berada di maqam syariat.

Baca Juga :  Technician Education Can Fuel Financial Success

Jika rezeki menghampiri kita berarti kita sudah sampai maqam hakikat 😃 (allahummarzuqna rizqan thaliban ghairu mathlub wa ghaliban ghaira maghlub)

Jadi, perbedaan Hari Raya antara NU dan Muhamadiyah adalah keniscayaan, karena metode yang digunakan keduanya berbeda. Ru’yah dan hisab hanyalah alat (wasilah) berijtihad untuk mendapat “kebenaran”. Sementara kebenaran ijtihad hanya mencapai tingkat zanni, tidak sampai level qat’i.

Dalam Ushul Fiqh dikenal 4 lkualitas kebenaran.

Pertama, qat’i atau yakin. Kebenaran pada tingkat ini mencapai 100%.

Kedua zanni. Ia sedikit berada di baqah qat’i, karena masih menyisahkan kemungkinan salah sebesar 10%.

Baca Juga :  Memperingati Hari Pahlawan, Pahlawan Inspirasiku!

Ketiga syak. Syak bersifat fifty-fifty: 50% benar 50% salah.

Dan yang keempat wahm. Wahm hanya menyisahkan 10% kebenaran. Sisanya salah.

Dalam ijtihad salah-benar tetap mendapat pahala. Sebagaimana disebut dalam hadis Nabi SAW: “Barangsiapa berijtihad dan ijtihadnya benar, ia mendapat dua pahala. Dan banrangsiapa berijtihad dan ijtihadnya salah ia mendapat satu pahala”.

Oleh karena itu kita tidak perlu meributkan perbedaan Hari Raya, karena NU dan Muhamadiyyah sama-sama sedang berijtihad. Mungkin, NU dapat dua sedangkan Muhamadiyyah dapat satu Wallahu a’lam.

Jamaluddin Mohammad
(Komisoner Baznas Kab.Cirebon)

Follow WhatsApp Channel theambyar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!
Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru
Kenapa Kita Susah Berubah?
Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu
Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai
Di Balik Reruntuhan Pakungwati, Ada Kisah Cinta dan Awal Peradaban Islam Cirebon!
BP3 Cirebon Gelar Lomba Renang, Latih Mental Anak
Dikhianati, tapi Harus Memaafkan?
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

eight + 11 =

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kenapa Kita Susah Berubah?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai

Berita Terbaru

Artikel

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:00 WIB

Artikel

Kenapa Kita Susah Berubah?

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:00 WIB