Maulid Nabi: Bid’ah, Benarkah ! (Part 3)

- Penulis

Jumat, 17 Februari 2023 - 07:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Dukung Pembangunan Pondok Pesantren Al Muhajirin

Tentu kita semua mengerti bahwa mencintai Allah dan Rasul-Nya adalah sebuah kewajiban. Lalu, bagaimana mungkin kita tidak bergembira saat berjumpa dengan bulan Maulid. Bulan dimana Sang Nabi Agung Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan.

Tanyakan pada dirimu, Tanyakan pada jiwamu, Tanyakan pada hatimu, Pernahkah saat kau mendengar atau membaca lantunan pujian sholawat pada Nabi, tiba-tiba hawa sejuk menyelimuti tubuhmu lalu cinta dan rindu memuncak hingga tiba-tiba air matamu menetes tidak terbendung?

Lalu, bagaimana mungkin kita tidak GEMBIRA untuk merayakan Maulid dengan membaca puji-pujian kepad Rasulullah? Tidakkah pernah kita baca, bahwa dalam Al-Qur’an telah difirmankan:

قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Baca Juga :  5 Rahasia di Balik Sedekah?

Apa artinya? Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah, Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka BERGEMBIRA. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (Yunus 58) Lalu apa karunia & rahmat terbesar yg Allah berikan?

Tentu saja karunia dan rahmat terbesar bagi kita adalah kelahiran Nabi Agung Sayyidina Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tidakkah Maulid Baginda Rasulullah membuat hati kita gembira? Lupakah kalian Bahwa Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi?

Katakan pada saya, bagaimana mungkin kita tidak GEMBIRA untuk merayakan Maulid? Lupakah kalian atas sabda Baginda Rasulullah:

Baca Juga :  Yuk Kenali Tipe Gaya Belajarmu!

وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ كَافَّةً وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ

Katakan pada saya, bagaimana mungkin kita tak GEMBIRA untuk merayakan Maulid? Lupakah kalian atas sabda Baginda Rasulullah,

وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ كَافَّةً وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ

Apa artinya? “Para Nabi sebelumku diutus khusus untuk kaumnya sedangkan aku diutus untuk seluruh manusia, dan aku diberikan syafa’at”. Lupakah kalian akan semua itu? Tidak, sekalipun jangan pernah lupakan hal itu.

Bagaimana mungkin kita tidak GEMBIRA untuk merayakan Maulid, sedangkan dalam Al-Qur’an, telah difirmankan bahwa Nabi Isa bin Maryam telah memberi kabar GEMBIRA akan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudah Nabi Isa, yang namanya Ahmad.

Baca Juga :  INGAT Terkadang Kita Hanya Mampu Membaca Doa tapi Belum Mampu Berdoa (1)

MAKA RAYAKANLAH! Rayakanlah Hari Maulid dengan penuh keagungan, penuh rasa hormat, penuh cinta, penuh rindu, penuh kekhusyukan melantunkan puji-pujian sholawat terhadap Baginda Nabi. Allahumma sholli wa sallim ‘ala Sayyidina wa Maulana Muhammad.

Perdebatan tentang hukum merayakan Maulid harus dihentikan. Biarkan yang Anti Maulid dan yang Pecinta Maulid berjalan dengan harmoninya masing-masing. Jangan ada saling caci-maki apalagi hingga saling melaknat. BIARKAN SEMUANYA BERJALAN DENGAN HARMONINYA MASING-MASING.

Ingatlah! Selalu ingatlah! Bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku diutus BUKAN untuk menjadi PELAKNAT, tetapi aku diutus sebagai RAHMAT.” Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad. SELAMAT MERAYAKAN MAULID NABI.

diambil dari: thread@CeritaGuruadeirra

Follow WhatsApp Channel theambyar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!
Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru
Kenapa Kita Susah Berubah?
Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu
Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai
Di Balik Reruntuhan Pakungwati, Ada Kisah Cinta dan Awal Peradaban Islam Cirebon!
BP3 Cirebon Gelar Lomba Renang, Latih Mental Anak
Dikhianati, tapi Harus Memaafkan?
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

18 + fourteen =

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kenapa Kita Susah Berubah?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai

Berita Terbaru

Artikel

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:00 WIB

Artikel

Kenapa Kita Susah Berubah?

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:00 WIB