Manusia merupakan makhluk ciptaan tuhan. Satu-satunya makhluk yang dianugerahi akal, sehingga mampu berpikir, menilai, dan mengambil keputusan secara rasional.
Berpikir bukan sekedar menerima suatu informasi saja, tetapi juga melibatkan bagaimana manusia dalam mengolah pesan secara kritis maupun sederhana.
Dalam teori komunikasi, Elaboration Likelihood Model (ELM) terdapat dua jalur dalam memproses suatu informasi, yaitu jalur sentral, yang lebih menekankan analisis mendalam terhadap argumen.
Yang kedua, jalur periferal cara berpikir atau memproses informasi secara dangkal, hanya berdasarkan isyarat sederhana seperti penampilan atau popularitas sumber, tanpa menganalisis sumber secara mendalam. Pemilihan kedua jalur tersebut, sangat dipengaruhi dari motivasi berpikir dan kemampuan kognitif dari setiap individu.
Dengan motivasi yang tinggi akan mendorong seseorang untuk berpikir secara kritis, sedangkan dengan adanya kemampuan yang baik, termasuk logika, analisis, dan kreativitas akan membantu menghasilkan suatu keputusan yang matang. Pemahaman mengenai proses ini sangat penting, agar manusia tidak mudah terpengaruh, mampu bersikap kritis, dan dapat mengambil keputusan yang bijak.
Berpikir adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak. Kegiatan berpikir juga melibatkan seluruh pribadi dan perasaan manusia. Berpikir juga berarti berjerih payah secara mental untuk memahami sesuatu ataupun mencari jalan keluar dari persoalan yang sedang dihadapi. Kegiatan dalam berpikir, yaitu merancang, menghitung, mengukur, menganalisis, mengevaluasi, menghubungkan, menafsirkan, memutuskan, dan lain-lain
Manusia: sebagai Makhluk Berpikir: 3 Komponen Pokok
Menurut Meyer berpikir itu meliputi tiga komponen pokok, yaitu:
1. Aktivitas Kognitif yang Terjadi Di dalam Pikiran
Berpikir merupakan kegiatan yang berlangsung di dalam otak dan pikiran, tidak bisa dilihat secara langsung. Misalnya, kita bisa mengetahui seseorang sedang berpikir, dengan tanda-tanda perilaku, contohnya dia sedang merenung, mengerutkan dahi.
2. Manipulasi Pengetahuan dalam Sistem Kognitif
Saat berpikir pengetahuan lama yang sudah tersimpan dalam ingatan digabungkan dengan informasi baru yang sedang diterima. Proses ini seperti mengolah bahan dalam otak.
3. Berorientasi pada Pemecahan Masalah
Tujuan utama dari berpikir adalah mencari jalan keluar atau suatu jawaban dari setiap permasalahan. Semua proses pengolahan informasi diarahkan untuk menemukan informasi. Contohnya, Ketika kamu ingin ujian, kamu harus menganalisis materi, jadwal, strategi, dan waktu belajar yang paling efektif.
Manusia telah diberi akal oleh sang pencipta agar bisa membedakan manusia dengan makhluk yang lainnya. Spesialisasi pemberian tuhan untuk manusia adalah agar manusia itu dapat menggunakan akalnya untuk berpikir. Karena pekerjaan sesungguhnya menjadi manusia yaitu agar ia dapat berpikir.
Berpikir merupakan anugerah yang telah tuhan berikan dan tidak terhingga nilainya. Setiap manusia, memiliki harkat dan martabat yang mulia. Manusia dilahirkan dengan derajat yang sama, meskipun berbeda ras, suku, dan golongan. Manusia memiliki akal budi. Dengan akal budi, manusia dapat menjadi makhluk yang lebih dari makhluk lainnya.
Manusia memiliki ciri khas, yaitu ia selalu ingin tahu dan setelah memperoleh pengetahuan itu, ia akan kecenderungan untuk lebih ingin tahu lagi. Sebagai makhluk berpikir, manusia dibekali hasrat selalu ingin tahu. Ada dorongan rasa ingin tahu dan usaha untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi, akhirnya manusia dapat mengumpulkan pengetahuan.
Manusia: sebagai Makhluk Berpikir: Macam-Macam Berpikir
Menurut para ahli, ada beberapa pendapat tentang macam-macam berpikir, diantaranya adalah:
- Berpikir Alamiah
Cara berpikir yang muncul spontan berdasarkan pengalaman sehari-hari, tanpa menggunakan metode ilmiah. Contoh, kita tahu bahwa api itu bisa membakar kayu, karena kita sering melihatnya.
- Berpikir Ilmiah
Cara berpikir yang menggunakan langkah-langkah yang sistematis dan teratur. Contoh, kita meneliti kenapa air itu bisa beku jikalau diletakkan di freezer.
- Berpikir Autistik
Berpikir yang cenderung mengarah ke dunia khayalan atau fantasi. Contoh, menghayal hidup seperti tokoh film, yang terus berharap keberuntungan tanpa ada usaha.
- Berpikir Realistik
Cara berpikir yang menyesuaikan dengan kemampuan diri dengan kehidupan nyata yang ada. Contoh, menghitung biaya sebelum membeli barang. Dengan berpikir, manusia mampu memecahkan segala permasalahan yang dihadapinya, dapat membuat rencana untuk kedepannya yang lebih baik, mampu menghindari kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi. Pada akhirnya akan menemukan kebahagiaan dan kesejahteraan yang merupakan tujuan hidup manusia.
