Home / Artikel / Life

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:19 WIB

Menunda Pekerjaan Bukan Berarti Malas, tapi?

Menunda Pekerjaan? Pernah ga sih kalian melakukan hal seperti “ah nanti aja deh kerjainnya, nunggu mood”. Nah ini adalah salah satu hal yang banyak banget orang lakuin, yaitu menunda pekerjaan. Menunda pekerjaan itu sering kali dianggap sebagai tanda kemalasan.

Padahal, dalam kajian psikologi, perilaku ini memiliki penjelasan yang lebih kompleks. Banyak orang menunda tugas bukan karena tidak mampu, melainkan karena adanya faktor emosional dan kognitif tertentu. Hal seperti ini dikenal dengan istilah prokrastinasi.

Prokrastinasi adalah perilaku menunda penyelesaian tugas meskipun individu menyadari bahwa penundaan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi negatif.

Menurut ahli psikolog Timothy A. Pychyl menjelaskan bahwa prokrastinasi bukan sekadar masalah manajemen waktu, melainkan masalah regulasi emosi.

Ada beberapa alasan kenapa kita suka menunda pekerjaan:

  1. Takut gagal

Rasa takut akan hasil yang tidak sesuai harapan dapat membuat seseorang enggan memulai tugas. Menunda menjadi mekanisme perlindungan diri dari kemungkinan kegagalan.

  1. Perfeksionisme

Individu dengan kecenderungan perfeksionis sering kali menunda karena ingin hasil yang sempurna. Ahli psikolog Brené Brown menyebutkan bahwa perfeksionisme sering kali berakar pada rasa takut akan penilaian negatif dari orang lain.

  1. Kurangnya motivasi intrinsik

Tugas yang dianggap tidak menarik atau tidak bermakna cenderung lebih mudah ditunda karena otak secara alami mencari aktivitas yang memberikan kepuasan instan.

  1. Kesulitan mengatur waktu dan prioritas

Tugas yang terlalu besar tanpa perencanaan yang jelas dapat menimbulkan rasa kewalahan, sehingga individu memilih untuk menundanya.

  1. Kondisi emosional yang tidak stabil

Stress, kelelahan mental, dan suasana hati yang buruk sangat berpengaruh terhadap kecenderungan prokrastinasi.

Menunda Pekerjaan? Ini Dampaknya!

Dampak apa yang akan dirasakan jika dilakukan secara terus-menerus?

  • Meningkatnya tingkat stress dan kecemasan
  • Menurunnya rasa percaya diri
  • Perasaan bersalah yang berulang
  • Kualitas hasil kerja yang kurang optimal

Ahli psikolog Albert Bandura menekankan pentingnya self-efficacy atau keyakinan pada kemampuan diri. Ketika seseorang sering menunda, kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri dapat ikut menurun.

Tapi tenang aja, ada beberapa cara untuk mengurangi kebiasaan menunda, yaitu:

  1. Membagi tugas menjadi bagian-bagian kecil, tugas besar akan terasa lebih mudah dikelola jika dipecah menjadi beberapa bagian.
  2. Memulai dari tindakan kecil, ahli psikolog James Clear penulis dari Atomic Habits, menekankan bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil yang konsisten.
  3. Mengelola waktu secara realistis, gunakan daftar tugas atau teknik manajemen waktu seperti metode pomodoro untuk membantu fokus dalam mengerjakan tugas.
  4. Mengelola emosi dengan bijak, belajar menerima ketidaksempuranaan dan memahami emosi diri dapat mengurangi dorongan untuk menunda pekerjaan.
  5. Memberikan apresiasi pada diri sendiri, menghargai progress sekecil apa pun dapat meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri.

Perilaku seperti ini adalah hal yang sangat manusiawi dan dapat dipahami oleh siapa pun. Dengan memahami faktor psikologis di balik kebiasaan menunda, kita dapat mulai membangun hubungan yang lebih sehat dengan tugas dan juga tanggung jawab.

Tapi, terlalu sering melakukannya juga bukan hal yang bagus. Jadi, ayo mulai mengurangi perilaku menunda pekerjaan!

Share :

Baca Juga

Artikel

Kreatif dan Inovatif? Apa Perbedaan Keduanya?

Artikel

Seorang Ambivert? Apakah Kamu Termasuk dengan Kepribadian Ini!

Agama

Dahsyatnya Keutamaan Sholawat yang Wajib Kamu Ketahui!

Artikel

Remaja Cerdas, Kenali HIV Sejak Dini!

Artikel

Pengertian dan Keutamaan Bertaubat

Artikel

Stoikisme: Seni Mencapai Ketenangan dalam Hidup

Artikel

Ada Sejuta Manfaat Menulis Bagi Kesehatan Mental

Agama

CHILDFREE: Akhirnya Muncul Lagi ?
Exit mobile version