Bulan Ramadhan Bukan Sekadar Berpuasa, tapi juga..
Pada artikel kali ini akan membahas tentang “Allah itu Mencintai Semua Makhluknya”. Sebelum masuk ke pembahasan, marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-nikmatnya, terutama nikmat iman dan nikmat sehat.
Dan termasuk nikmat yang paling berharga adalah nikmat bertemu kembali dengan bulan Ramadan. Bulan Ramadan adalah bulan yang paling mulia.
Bulan ini merupakan karunia dari Allah SWT yang diberikan kepada orang beriman untuk merefresh kembali ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dan ini merupakan tanda bahwa Allah itu sayang kepada kita.
Kalau Allah tidak sayang kepada kita, pasti kita akan dibiarkan menjadi orang-orang yang senang berbuat dosa. Biar saja berbuat dosa nanti supaya nantinya jadi ahli neraka.
Tetapi karena Allah sayang kepada kita, sehingga memberikan kesempatan kita untuk bertemu dengan Bulan Ramadan kembali. Dimana bulan Ramadan adalah merupakan bulan yang penuh keberkahan, penuh ampunan, penuh dengan rahmat Allah SWT
Bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Jadi ini kesempatan luar biasa yang seharusnya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh orang-orang yang beriman.
Jadi ibaratnya kalau kita bermain bola itu, kalau kita mencetak gol dalam situasi normal itu kan sulit ya. Apalagi kalau tim lawan itu tangguh, pertahanannya kuat, kipernya hebat, dan itu membuat sulit untuk mencetak gol.
Nah, sedangkan sekarang ini, di bulan Ramadan ini ibaratnya kita main bola dan gawangnya itu sudah ada di depan kita.
Kalau ada kiper, kipernya itu tangannya dibelenggu apa kakinya dibelenggu. Bahkan ibaratnya tidak ada penjaga gawangnya.
Kita tinggal menendang itu pasti bola akan masuk. Yapss, tinggal tergantung kita, mau apa enggak menendang bolanya. Terkadang orang sudah diberi kesempatan yang luar biasa, di depannya ini sudah ada emas, permata, uang, tinggal diambil saja itu dia tidak mau.
Bulan Ramadhan Bukan Sekadar Berpuasa dan Ladang Pahala
Yashh, Bulan Ramadan itu ibaratnya seperti itu. Di bulan ini Gusti Allah itu benar-benar melimpahkan rahmatnya .
Orang-orang yang punya banyak dosa, punya kesempatan untuk menghapus dosanya, orang yang tabungan amalnya masih sedikit ini diberi kesempatan untuk menambahkan amalnya. Ingat beramal di Bulan Ramadan itu pahalanya berlipat ganda.
Amalan sunah sama nilainya dengan ibadah wajib dan ibadah sunah dilipat gandakan hingga berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus kali.
Seperti Imam Syafi’i itu kalau di bulan Ramadan itu dalam satu hari beliau mengkhatamkan Al-Qur’an dua kali. Bayangkan orang biasa seperti kita, kadang-kadang sebulan itu entah khatam atau enggak ya, bahkan parahnya, dalam sehari itu dilewatkan tanpa membaca Al-Qur’an.
Menurut riwayat hidupnya sufi Imam Ibrahim Adham itu, dia selama 1 bulan penuh di Bulan Ramadan itu sama sekali tidak tidur. Bayangkan.
Karena dia tahu betapa besarnya apa kenikmatan karunia Allah, keberkahan yang diturunkan oleh Allah di Bulan Ramadan sehingga dia tidak ingin kehilangan peluang sedetik pun dibiarkan berlalu tanpa diisi dengan kebaikan.
Karena itu mari kita di Bulan Ramadan ini refresh semua pola pikir kita, mindset kita. Jangan sampai kita hanya berpikir tentang dunia saja. Karena dunia ini hanya sementara, Tetapi akhirat ini selamanya.
Jadi kehidupan yang sesungguhnya itu adalah kehidupan di akhirat. Di dalam Al-Qur’an disebutkan “Sesungguhnya kehidupan akhirat itu adalah kehidupan yang sesungguhnya seandainya seandainya manusia itu mengetahui.”
Nah walaupun begitu, berorientasi atau mementingkan kehidupan akhirat itu bukan berarti kita selalu salat dan zikir, tidak melakukan apapun, tidak bekerja. Itu tidak benar yaa..
Justru karena kita berorientasi kita dengan mengutamakan kehidupan akhirat itu justru bisa menjadi penyemangat kita untuk selalu berbuat baik dan menjauhi dosa. Ya, karena itu di bulan Ramadan ini Gusti Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk benar-benar merubah diri kita.
Yang dulu keimanannya masih tipis bisa mempertebal keimanannya yang ketakwaannya menurun atau pudar, kemudian di-refresh dan kembali ketakwaannya sehingga menjadi orang-orang yang benar-benar bertakwa.
Bulan Ramadhan Bukan Sekadar Berpuasa: Tujuan Utama Berpuasa
Karena tujuan utama puasa Ramadan itu adalah “laakum tattaquun”. Supaya kamu menjadi orang yang bertakwa. Bertakwa itu merupakan kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan berbekallah kamu sesungguhnya bekal yang paling baik itu adalah takwa. Takwa inilah yang merupakan kunci kebahagiaan dunia dan akhirat.
Jadi ketika Rasulullah ditanya tentang apa amal yang paling banyak memasukkan manusia ke surga? Nabi menjawab adalah “takwallah wa husnul khuluk”
Yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga itu adalah takwa kepada Allah dan akhlak mulia.
Jadi artinya supaya kita bisa selamat di akhirat itu tidak cukup kita hanya dengan melakukan ibadah vertikal saja dengan salat, puasa, zikir kepada Allah saja, tetapi juga harus horizontal, yaitu berbuat baik kepada sesama manusia.
Berdosa kepada sesama manusia itu hukumannya atau lebih berat ya dibanding berbuat dosa kepada Allah. Karena kalau kita berbuat dosa kepada manusia itu cara menghapusnya tidak cukup dengan memohon ampun kepada Allah tapi juga harus meminta maaf kepada sesama manusia yang telah kita sakiti.
Puasa itu bukan hanya sekedar menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas seksual saja, tetapi juga menjaga anggota tubuh kita jangan sampai berbuat dosa.
Kalau kita berpuasa misalnya tidak makan, tidak minum, tidak melakukan aktivitas seksual. Tetapi anggota tubuh kita, mata, mulut, tangan, kaki kita masih berbuat dosa itu puasanya akan menjadi percuma, tidak akan diterima oleh Gusti Allah.
Bulan Ramadhan Bukan Sekadar Berpuasa, tapi Juga Harus Menghindari Hal Ini
Jadi Kanjeng Nabi mengatakan “Ketika manusia berpuasa tetapi anggota tubuhnya masih berbuat dosa itu tidak akan diterima puasanya oleh Allah SWT.”
Karena itu mari kita manfaatkan bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya.
Minimal yang pertama harus kita lakukan itu adalah puasa sebulan penuh dengan menjaga apa anggota tubuh kita dari berbuat dosa. Yang kedua, menghidupkan malam Ramadan ya minimal dengan melaksanakan salat tarawih.
Sebab dengan cara menghidupkan seluruh malam di bulan Ramadan itu insyaallah kita pasti akan mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada 1000 bulan.
Yang ketiga adalah memperbanyak bacaan Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an adalah ibadah yang paling ringan dikerjakan tapi paling banyak pahalanya.
Satu huruf 10 pahala dan di bulan Ramadan bisa satu huruf 100 pahala bahkan 1.000 pahala. Jadi yang terakhir, yang perlu kita jaga ketika di bulan Ramadan jangan sampai kita berbuat dosa.
Karena kalau kita berbuat dosa di bulan Ramadan itu berarti kita sudah menodai kesucian bulan Ramadan. Kalau di bulan Ramadan saja kita berani berbuat dosa, apalagi di bulan yang lain.
Tonton versi video lengkapnya dibawah ini:
