Home / Agama / Artikel / kisah / Kultum

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:00 WIB

70 Tahun Ahli Ibadah, Tapi Akhirnya Hancur Karena?

Pada artikel kali ini akan menceritakan kisah tentang seorang ahli ibadah yang sudah 70 tahun dia ahli ibadah akan tetapi ia masuk ke dalam nerakanya Allah.

Kisah ini dari Bani Quraisy jauh sebelum kedatangan Islam. Dahulu di dalam Bani Quraisy tersebut ada seorang laki-laki yang ahli ibadah.

Dari pagi hingga malam dia selalu sibuk beribadah kepada Allah. Suatu ketika seluruh rakyat atau seluruh penduduk yang ada di daerah tersebut selalu menyanjung-nyanjungnya, memuji-mujinya.

Masyaallah, itu laki-laki luar biasa saleh. Bayangkan dari pagi dia terbangun hingga malam dia selalu sibuk beribadah kepada Tuhan.

Suatu hari datanglah tiga orang laki-laki. Dia membawa seorang perempuan yaitu adik kandungnya. Tiga laki-laki ini ingin berperang di negeri yang sangat jauh.

Sehingga tiga seorang laki-laki ini menitipkan adiknya kepada seorang alim tersebut karena percaya bahwasanya orang alim tersebut pasti bisa menjaganya karena terkenal kealimannya, kesalehannya. Luar biasa.

tiga orang saudara itu merupakan kakak adik, tiga orang laki-laki itu menitipkan adik bungsunya yang perempuan itu kepada seorang alim itu. Awal-awal seorang alim itu menolak, “Jangan, jangan kau titipkan kepada saya karena akan nanti terjadinya fitnah.” Lalu sang ketiga lelaki ini, kakak beradik ini mendesak kembali.

“Wahai orang alim, titiplah adikku ini. Aku merasa aman jika adikku dititipkan kepada engkau orang yang alim.” Sehingga ketika saling bujuk membujuk tersebut, akhirnya seorang alim menyetujui daripada permintaan seorang laki-laki tersebut.

Tapi dengan syarat sang adik perempuan itu tidak boleh keluar rumah orang alim tersebut sehingga sudahlah diterima adik kandungnya lalu dimasukkan.

Nah, rumahnya orang alim itu ada dua lantai. Lantai pertama tempat dia untuk tidur. Lantai kedua tempat dia untuk beribadah.

Nah, si perempuan itu dimasukkan ke lantai yang kedua, dimana itu adalah tempat dia untuk beribadah. Dari dulu setan itu selalu mengganggunya tapi tidak pernah bisa. Akhirnya ini adalah kesempatan untuk setan mengganggunya.

Nah, setelah sang laki-laki itu menitipkan adiknya dan menitipkan juga pembekalan seperti uang kepada sang alim tersebut, keesokan harinya sang alim tersebut terpaksa untuk memberikan kebutuhan sehari-hari.

Singkat cerita ketika sudah memberi membeli kebutuhan sehari-hari, akhirnya sang alim kembali ke rumahnya lalu memberikan makanan kepada si perempuan tadi.

Awalnya sang alim itu hanya mengetuk pintunya, tidak menunggu ia keluar, hanya ditaruh saja makanan itu di depan pintu. Nah, hari demi hari hanya seperti itu kegiatan mereka.

Akhirnya setan membisikkannya. Karena setan tersebut ternyata membisikkan orang alim itu untuk melakukan kesalahan itu dari dulu, akan tetapi tidak bisa. Tetapi ini adalah satu kesempatan bagi setan untuk selalu membujuk.

Setan itu menginginkan setiap anak Adam itu menemaninya di neraka kekal selama-lamanya. Nah, orang-orang alim ini setiap hari dibujuk oleh setan untuk melakukan kesalahan.

Dengan adanya momen dititipkanlah adik perempuannya seorang laki-laki tersebut, akhirnya dari yang awalnya hanya menaruh makanan di depan pintu kamar seorang perempuan tersebut.

Hingga akhirnya keesokan harinya setan membisikannya. “Hei, wahai orang alim, apa kamu tidak kasihan? Coba kamu ngobrol sedikit saja dengan perempuan itu.

Barangkali dia merasa kesepian.” Setelah dipikir-pikir di dalam hati orang alim tersebut, “Betul juga ya… mungkin karena dia kesepian, takut atau dia ada kebutuhan yang dia tidak berani berbicara kepada saya.”

Akhirnya keesokan harinya setelah membeli kebutuhan sehari-hari seperti biasanya, sang orang alim tersebut mengetuk pintunya tetapi tidak langsung pergi menunggu sang perempuan tersebut keluar dan Cukup hanya seperti itu.

Lalu setan membisikkannya Kembali, “Wahai orang alim, barangkali dia itu kesepian, coba kamu ajak ngobrol lebih lama.”

Keesokan harinya seperti biasa setelah dia memberikan kebutuhan sehari-hari, lalu memberikan makanan di depan pintu perempuan tersebut bukan hanya sekedar mengobrol sebentar, akan tetapi ngobrolnya lama sampai kemana-mana sehingga keesokan harinya maka terjadilah sebuah perzinaan.

Dan dari  sini setan sudah menang. Yang kemarin-kemarin tidak bisa mempengaruhi orang alim. Di sini mereka sudah menang, setan sudah menang.

Akhirnya perzinahan ini terjadi setiap hari hingga sang perempuan hamil dan melahirkan. Ketika sudah melahirkan, sang setan membisikannya kembali kepada orang alim tersebut.

“Wahai orang alim, kalau kakak dia tahu kamu telah menghamili adiknya, maka kamu pasti akan dibinasakan oleh kakak-kakak daripada perempuan tersebut.

Lalu sang alim itu berpikir di dalam hatinya, betul juga. Maka setan memberikan solusi, bunuh saja anaknya sehingga engkau tidak ada barang bukti.

Akhirnya sang orang alim tersebut mengambil bayinya lalu membunuhnya dan menguburkannya di tempat yang sangat jauh. Nah, keesokan harinya setan terus membisikinya.

“Wahai orang alim, kalau nanti kakaknya perempuan itu datang, biasanya adik itu selalu bercerita kepada kakaknya. Bagaimana nanti jika dia bercerita kepada kakaknya bisa kamu dipenggal kepalanya?” Lalu sang orang alim tersebut berpikir, “Oh, iya juga.

” Akhirnya dibunuhlah orang perempuan tersebut dan dikuburlah di tempat yang sangat jauh.

Beberapa bulan kemudian, ketiga kakak daripada seorang perempuan tersebut datanglah kepada rumah orang tersebut.

Tok tok tok tok tok tok….

Saya mau ngambil adik saya.

Lalu sang alim memberikan alasan, “Adik kalian tidak betah disini, sehingga dia memutuskan untuk kabur dan pergi dari rumah ini.

Karena menurut ketiga kakak-kakak perempuan tersebut, dia adalah orang alim, maka tiga pemuda tersebut percaya saja dengan perkataan orang alim tersebut.

Sehingga ketika tiga kakaknya mencari ke mana-mana tidak ketemu. Akhirnya di saat mereka bertiga tidur, lalu mereka dimasuki mimpinya oleh setan dan berkata, “Wahai pemuda, sesungguhnya adik kalian telah dibunuh oleh seorang alim tersebut.”

Lalu ketiga kakaknya langsung bangun dan menceritakan mimpinya yang sama persis. dari ketiga-tiganya mimpinya sama. Nah, setelah itu ketiga-tiganya pergilah ke rumah orang alim tersebut dengan membawa pintang yang sangat panjang.

Lalu sang setan datang kepada orang alim. “Wahai orang alim, itu kakak-kakak daripada perempuan itu sudah mengetahui kalau kamu membunuhnya, mereka sedang menuju ke sini dan mereka membawa pedang yang sangat panjang dan tajam untuk membunuh engkau.” Lalu paniklah orang alim itu.

“Lalu aku gimana?” Lalu sang setan menawarkan, “Di sinilah akal bumi setan. Aku bisa menyelamatkanmu.” Dengan cara apa? Kata orang alim. Lalu setan berkata, “Engkau sujudlah kepadaku.”

Di sinilah setan itu masuk. Engkau sujudlah kepadaku. Sehingga seorang alim itu sujud kepada setan. Dan ketika sujud itu ternyata kakak daripada perempuan yang dibunuh itu sudah ada di belakangnya dan sudah mengangkat pedang.

Dan akhirnya tertebaslah itu kepala orang alim dan terpengarlah. Nauzubillahiminzalik. Nauzubillahminzalik.

Jadi, tidak menjadi jaminan ketika seseorang itu selalu berbuat baik selama hidupnya. Akan tetapi dalam kisah tersebut di akhir hayatnya dia menyekutukan Allah.

Tonton versi video lengkapnya dibawah ini

Author Profile

Naura Azzahra

Share :

Baca Juga

Agama

Kenapa Bersyukur Bisa Mengubah Hidupmu?

Agama

Malam Pengampunan yang Sering Kamu Lewat: Padahal Banyak Keutamaannya!

Artikel

Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri China: Kenapa Harus China?

Agama

Rahasia di Balik Puasa Ramadan yang Jarang Disadari Banyak Orang

Agama

DASAR HUKUM TABLIGH DALAM PERSPEKTIF AL QUR’AN

Artikel

Tawakkal: Apasih Maksud dan Arti Sebenarnya?

Artikel

Kamu Adalah Kebiasaanmu!

Agama

Sebelum Berbicara: Baca Ini! Bahaya Lisan yang Tidak Dijaga
Exit mobile version