Home / Agama / Artikel / Kultum

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:16 WIB

Jangan sampai Salah Memahami Agama! Ini Penjelasannya

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang moderasi beragama. Islam adalah rahmat atau kasih sayang bagi seluruh alam semesta.

Alam semesta apabila kita definisikan itu termasuk di dalamnya langit, bumi beserta isinya, manusia, hewan, tumbuhan, apapun jenisnya. Salah satu implementasi daripada Islam rahmatan lil alamin adalah moderasi beragama.

Apa itu moderasi beragama? Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan perilaku yang senantiasa berada di tengah-tengah atau wasatiah, tidak ekstrem kanan maupun tidak ekstrem kiri.

Nah, apa itu ekstrem kanan dan apa itu ekstrem kiri? Ekstrem kanan itu orang yang senantiasa konservatif di dalam mendefinisikan ayat-ayat Allah.

Contohnya jihad diartikan sebagai perang perang dengan senjata. Mereka tidak bisa mengartikan bahwa kemudian ada jihad-jihad yang lain, termasuk di antaranya dengan kita mengajar itu juga kan termasuknya jihad atau kita mencari ilmu dan itu termasuk jihad.

Tapi kelompok kanan, mereka tidak bisa atau tidak mau mengartikan itu karena di dalam arti bahasa mereka yang namanya jihad itu adalah perang.

Nah, itu itu adalah contoh dari pemikiran ekstrem kanan. Nah, kemudian ada lagi yang pemikiran ekstrem kiri.

Apa itu ekstrem kiri? ekstrem kiri adalah mereka yang mengartikan agama itu sekehendak sendiri. seperti di dalam agama itu ada yang namanya ibadah salat . Salat itu memang apabila diartikan secara bahasa definisinya adalah doa.

Maka kemudian ekstrem kiri hanya mencukupkan doa itu salat. Jadi tanpa melakukan ibadah-ibadah atau ritual seperti takbir, niat, dan takbiratul ihram ya. Jadi mereka tidak mengertikan itu.

Kemudian moderasi beragama itu ada tertuang di dalam Al-Qur’an dalam surah Albaqarah ayat 143.

Yang artinya, “Demikian pula kami telah menjadikan kamu umat Islam sebagai umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul atau Nabi Muhammad menjadi saksi atas perbuatan kamu.

Moderat itu artinya berada di tengah-tengah. Nah, kemudian mengapa moderasi beragama itu penting? Yang pertama, salah satu kehadiran agama adalah untuk menjaga martabat manusia sebagai makhluk mulia ciptaan Allah.

Termasuk menjaga untuk tidak menghilangkan nyawa. Maka orang yang tidak moderasi beragama biasanya mereka gampang melakukan hal-hal yang ekstrem kanan, mereka gampang melukai orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka ya dengan alasan jihad ya. Padahal tadi bahwa

agama hadir untuk menjaga martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. Tetapi kalau kita melukai orang lain dengan gampangnya mengangkat senjata.

Nah, kemudian kedua ya setelah agama hadir, setelah itu banyak perkembangan.

Jadi alam itu akan semakin berkembang  ada suku, bangsa, agama ya, bahasa juga.

Nah, kalau kita lihat menurut BPS (Badan Pusat Statistik) ini di tahun 2010 bahwa Indonesia ini memiliki lebih dari 700 bahasa dan 1300 suku. Maka untuk menjaga kerukunan di Indonesia itu diperlukan adanya moderasi beragama.

Kemudian moderasi beragama itu ya dibutuhkan karena apa? Karena kita itu di Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, berbagai macam agama, dan berbagai macam bahasa.

Kadang di masyarakat juga sering terjadi pertengkaran ya, sering terjadi pertengkaran akibat adanya perbedaan agama.

Ya, tidak hanya perbedaan agama saja sebenarnya. Ketika kita beda dalam menafsirkan sesuatu saja itu sudah membuat hilangnya kerukunan di dalam suatu daerah. Kemudian selanjutnya apa saja indikator dalam moderasi beragama? Yang pertama itu adalah komitmen kebangsaan.

Artinya beragama harus berjalan seiring dengan semangat kebangsaan, bukan bertentangan dengannya.

Contohnya di Indonesia itu kan mayoritas beragama Islam, tapi ingat bukan negara Islam, tapi juga bukan negara komunis yang tidak mempercayai adanya agama.

Jadi Indonesia itu adalah negara kesatuan Republik Indonesia yang mengadopsi yang menjadi salah satu sumber yang rujukannya itu Pancasila.

Pasal pertama ini adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Nah, maka Indonesia itu negara yang berdasarkan Pancasila dan mengutamakan agama di dalam bernegara.

Orang yang moderat memahami bahwa perbedaan adalah keniscayaan yang harus disikapi dengan saling menghormati bukan memusuhi. Contohnya tidak memaksakan kehendak kita kepada orang lain.

Kemudian juga Ketika berada di suatu komunitas ada yang berbeda dengan kita seperti agamanya atau tafsir agamanya, kita harus bersikap untuk tidak menjadikan itu sebagai suatu permasalahan yang merenggangkan hubungan antara kelompok atau komunitas yang ada di situ.

Itulah yang namanya toleransi. Intinya kita itu harus menghormati cara ibadah umat agama lain ya dan harus selalu bersikap adil dan terbuka terhadap perbedaan.

Nah, kemudian indikator yang ketiga adalah anti kekerasan. Anti kekerasan ini menekankan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan atas nama agama, baik itu secara fisik, verbal, maupun secara simbol. Kalau secara fisik, sekarang itu banyak orang-orang yang melakukan pemukulan terhadap orang lain karena perbedaan.

Nah, kemudian kalau secara verbal, kan sekarang itu sudah zamannya medsos, itu seringkali membuat orang mengetik tanpa berpikir terlebih dahulu.

Nah, itu juga verbal apabila menyakiti yaitu termasuknya kekerasan.

Nah, salah satu solusinya kita mengedepankan dialog kalau memang ada sesuatu yang berbeda di dalam suatu kelompok itu, kita melakukan musyawarah mufakat.

Kemudian indikator selanjutnya yaitu penerimaan terhadap tradisi lokal. Ya, kalau di Cirebon sendiri sudah terbiasa ya, contohnya adanya sedekah bumi, kemudian nadran.

Orang yang moderat dalam beragama bisa menjadikan budaya itu untuk memperkaya selama tidak melanggar prinsip-prinsip dasar keimanan.

Kemudian moderasi beragama juga perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Yang pertama itu di lingkungan keluarga, ini dari hal yang paling kecil ya, mungkin kita perlu mengajarkan nilai-nilai toleransi kepada anak kita, kepada keluarga-keluarga terdekat kita.

Kemudian yang kedua, kita membiasakan diri untuk berdiskusi atau bermusyawarah tanpa menyalahkan.

Jadi, nanti yang diambil adalah keputusan yang sekiranya bisa diterima oleh semua pihak.

Yang kedua di lingkungan sekolah atau tempat kerja. Yang pertama ini kita bisa mengimplementasikannya dengan menghindari ujaran kebencian atau prasangka buruk terhadap orang lain.

Kemudian juga bisa kita ikut serta di dalam kegiatan lintas agama atau sosial gitu.

Maka yang perlu kita lakukan yang pertama memverifikasi informasi sebelum membagikan suatu informasi apapun, apakah ini hoax atau tidak.

Tonton versi video lengkapnya dibawah ini

 

Author Profile

Naura Azzahra

Share :

Baca Juga

Artikel

Mengubah Gugup Menjadi Gairah: Seni Berbicara yang Memikat Audiens

Artikel

Overthinking: Dampak dan Cara Mengatasinya!

Artikel

Yuk Simak Kisah Mistis dari Makam Keramat Plangon: On The Ambyar.

Agama

Keajaiban Subuh

Agama

Ngaji Bareng: Maqashidus Shaum #1

Artikel

Yuk Perbanyak Ibadah di Bulan Ramadhan! Ini Tipsnya

Agama

Ngaji Bareng: Maqashidus Shaum #8

Agama

Sayyidah Aisyah?Yuk Cari Tau Kisahnya!
Exit mobile version