Menurut Alan H. Monroe, Ia menyusun lima langkah penyampaian pesan yang sejalan dengan cara berpikir manusia, yaitu: dari menyadari masalah, merasakan kebutuhan, melihat solusi, membayangkan manfaatnya, dan akhirnya bertindak.
Attention (Menarik Perhatian)
Langkah pertama adalah menarik perhatian audiens agar mereka mau mendengarkan.
Pembicara bisa menggunakan: Pertanyaan seperti (“Pernah gak sih kamu ngerasa…?”), Cerita singkat, humor ringan, atau data mengejutkan. Tujuannya untuk membuat audiens fokus dan tertarik pada topik.
Need (Menunjukkan Kebutuhan / Masalah)
Langkah kedua adalah menjelaskan dan menunjukkan bahwa ada masalah nyata yang perlu diselesaikan.
Pembicara harus bisa menggambarkan situasi yang menimbulkan rasa tidak nyaman atau butuh perubahan pada audiens. Tujuannya agar audiens merasa “iya, ini sama kaya masalah saya juga.”
Satisfaction (Memberikan Solusi)
Setelah audiens menyadari masalahnya, pembicara harus bisa menawarkan solusi yang jelas dan masuk akal.
Di sini pembicara menjelaskan apa yang harus dilakukan atau bagaimana cara memperbaiki situasi. Tujuannya untuk memberikan harapan dan jalan keluar.
Visualization (Membayangkan Hasil)
Langkah keempat adalah membantu audiens membayangkan hasil yang akan terjadi jika solusi dijalankan (atau akibat buruk jika tidak dijalankan).
Bisa digambarkan dengan cerita pengalaman kita, ilustrasi, atau perbandingan sebelum dan sesudah. Tujuannya agar menumbuhkan motivasi emosional untuk berubah.
Action (Tindakan Nyata)
Langkah terakhir adalah mengajak audiens bertindak sekarang juga. Ajakan ini bisa bersifat langsung (misalnya mendaftar, membeli, ikut gerakan) atau tidak langsung (seperti mengubah kebiasaan).
Tujuannya untuk mengubah niat audiens menjadi aksi konkret.
















