Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang keutamaan puasa. Salah satu dalilnya adalah bahwa puasa itu membuat derajat seseorang, jadi pelakunya menjadi lebih tinggi di mata Allah.
Itu adalah hadis yang mengatakan bahwa setiap amal kebaikan manusia itu akan dibalas dengan 10 kali lipat sampai 700 kali lipat kecuali puasa.
Ada satu ulama berpendapat bahwa sesungguhnya maksud dari puasa itu berusaha meniru sifat baikku. Salah satu sifat Allah adalah memberi rezeki, memberi makanan kepada makhluk, akan tetapi Allah tidak makan.
Nah, puasa itu adalah upaya ke sana. Bagaimana kita lapar tapi kita masih mau berbagi dengan orang lain.
Nah, ini istimewa hanya untuk Allah. Maka Allah akan memberikan pahala yang juga sangat istimewa. Manusia rela tidak makan. Jangankan yang haram, yang halal, yang milik dirinya sendiri saja ketika puasa itu tidak dimakan.
Itu istimewanya puasa. Makanan miliknya sendiri ada di rumahnya sendiri, di kulkasnya sendiri. Dianya pun sedang sendirian dan itu benar-benar makanan halal.
Dia memilih untuk tidak makan karena apa? Karena sedang menjalankan perintah Allah. Begitu istimewanya. Oleh karena itu Allah akan membalas dengan pahala yang sangat istimewa.
Di surga nanti ada pintu istimewa yang diberi nama arroyan. Pintu itu khusus hanya untuk mereka yang melakukan puasa secara benar dan tepat yang kemudian puasanya mendapat pahala istimewa dari Allah. Pintu itu nanti akan di ada suara atau memanggil, “Wahai orang yang berpuasa, masuklah lewat pintu ini.”
Nah, ketika semua yang ahli puasa sudah masuk, pintu itu ditutup.
Artinya ada akses istimewa menuju surga, bagi orang yang berpuasa yang diberi nama arroyan. Lewat jalur arroyan, jalur yang Istimewa.
Ada kisah nyata, yaitu ketika orang sedang puasa dan di sampingnya ada orang makan.
Maka selama orang makan itu masih makan dan orang puasa itu tetap ada di situ, tidak tergoda dan tidak juga pergi, maka selama itu pula malaikat mendoakan kebaikan untuk orang puasa tersebut.
Bayangkan ada teman tidak puasa, temannya tidak puasa dan makan. Sedangkan orang yang puasanya tetap menemani tanpa tergoda, maka malaikat mendoakan orang tersebut sampai selesai makannya.
Itu salah satu keistimewaan orang puasa. Artinya dia ngobrol saja malaikat sudah mendoakan kan.
Nilai ibadah di bulan puasa itu dilipat gandakan, selama itu bukan maksiat masuk kategori ibadah.
Sampai dalam sebuah riwayat, tidur pun masuk kategori yang dikategorikan ibadah dalam artian mendapat pahala, diberi pahala karena dia tidur dalam rangka menjaga agar puasanya tidak batal.
Nah, saking banyaknya potensi ibadah di waktu bulan puasa, maka bulan puasa juga disebut sebagai yuftahu abwabul Jannah (dibuka pintu-pintu surga)
Bulan puasa juga disebut sebagai bulan ditutupnya pintu neraka. Maksudnya apa? Maksudnya di bulan puasa itu potensi melakukan maksiat itu sedikit.
Bayangkan makanan yang halal saja punya dirinya tidak diambil. Bagaimana? Apalagi makanan yang haram punya orang kan potensi maksiat makin sedikit bagi orang yang mau berpuasa. Kalau dia meninggalkan puasa potensi maksiatnya makin banyak.
Maka berpuasa di bulan puasa itu berpotensi besar membuat pintu neraka tertutup. Dalam hadis dijelaskan bahwa bulan puasa itu sebagai bulan di mana setan diblenggu.
Di bulan puasa bisikan setan itu nyaris tidak besar pengaruhnya. Karena orangnya sedang berpuasa.
Jarang sekali orang puasa yang gampang terpengaruh oleh basikan setan. Malah nalurinya penginnya berbuat baik saja.
Ketika lagi kepancing pengin ngomongin orang, tiba-tiba sadar “oh iya lagi puasa enggak boleh nanti dosa dan nanti puasanya batal”
Tonton versi video lengkapnya dibawah ini
