CHILDFREE: Akhirnya Muncul Lagi ?

- Penulis

Selasa, 14 Februari 2023 - 08:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Dukung Pembangunan Pondok Pesantren Al Muhajirin

CHILDFREE

Wacana childfree kembali mengemuka setelah seorang selebgram Gita Savitri memantik perdebatan di jagat maya bahwa childfree bisa membuat awet muda.

Sebagaimana kita ketahui dari pengakuan pasangan Gita Savitri dan Paul Partohap ini bahwa mereka memutuskan tidak memiliki anak. Childfree sendiri merupakan keputusan seseorang atau pasangan untuk tidak mempunyai keturunan.

Wakil Presiden Kiai Makruf Amin ikut menanggapi wacana tersebut. Menurutnya, tujuan pernikahan sendiri adalah memiliki keturunan agar umat manusia bisa bisa berkembang biak dan dapat mengelola bumi ini dengan sebaik-baiknya. Childfree bertentangan bahkan bertolakbelakang dengan tujuan pernikahan.

Pandangan dan pendapat Kiai Makruf sejalan dengan pandangan mainstream ulama fikih. Salah satunya disampaikan Abubakar Utsman bin Syato, penulis I’anah al-Tholibin, mengutip pandangan medis (al-atiba) waktu itu bahwa tujuan pernikahan (maqasid al-nikah) ada tiga: pertama, prokreasi (hifzu al-nasl), kedua rekreasi (nailu al-lazzat), dan ketiga kesehatan (tidak baik menimbun sperma di dalam tubuh).

Baca Juga :  Abraham Lincoln, Siapakah Itu?

‎قال الأطباء: ومقاصد النكاح ثلاثة: حفظ النسل، وإخراج الماء الذي يضر احتباسه بالبدن، ونيل اللذة.

Berbeda dengan pandangan masyarakat sekuler, kegiatan seksual dalam Islam harus dilembagakan dalam lembaga pernikahan. Kegiatan seksual tidak hanya untuk kesenangan, kenikmatan dan kepuasan seksual, melainkan bertujuan untuk menghasilkan keturunan.

Dan itu harus dilakukan melalui lembaga pernikahan. Islam secara tegas menolak kegiatan seks bebas meskipun didasari kerelaan dan persetujuan dari kedua belah pihak (suka sama suka).

Meski bertujuan mengembangbiakkan keturunan (li al-tanasul), para ulama menetapkan hukum asal pernikahan mubah (dibolehkan). Pernikahan bisa sunnah, wajib, hingga haram. Jika pernikahan dapat menimbulkan madharat atau berpotensi membahayakan mempelai putra maupun putri, maka hukumnya haram, seperti hukum pernikahan anak.

Baca Juga :  Tips Menghasilkan Cuan supaya jadi Anak Kost Sultan!

Tujuan berketurunan (hifzu al-nasl) seringkali menimbulkan problem dalam rumah tangga. Jika tidak didasarkan pada komitmen, perjanjian, dan kesepakatan (mitsaq ghalizah) dari kedua belah pihak, kehadiran seorang anak (keturunan) seolah menjadi keharusan.

Rumah tangga tanpa kehadiran seorang anak seolah belum lengkap. Suami akan menuntut kepada istrinya untuk melahirkan seorang anak. Juga sebaliknya.

Jika merujuk pada hukum pernikahan itu sendiri, kehadiran seorang anak harusnya tidak wajib. Childfree, dalam arti tertentu, sebetulnya sejalan dengan Islam. Memiliki anak atau tidak merupakan pilihan, kesepakatan, dan hak kedua belah pihak.

Sebagaimana dikatakan hujjatul Islam al-Ghazli dalam Ihya Ulumuddin ketika membicarakan hukum azl (mengeluarkan sperma di luar rahim). Menurutnya, azl tidak dapat dihukumi makruh atau bahkan haram karena tidak didukung nash yang jelas.

Baca Juga :  Berdo’a Sebelum Beraktivitas: Kecil tapi Berdampak Besar

Jika dicarikan hukumnya, kata al-Ghazali, azl lebih tepat dikiaskan (dianalogikan) kepada hukum tidak menikah (tarku al-nikah); tidak berhubungan suami istri setelah menikah (tarku al-jima); atau tidak mengeluarkan sperma setelah senggama (tarku al-inzal ba’da al-ilaj). Bahkan, al-Ghazali mengatakan boleh melakukan azl dengan tujuan agar istri awet muda.

Sekali lagi, childfree tergantung pada kesepakatan atau pilihan. Saya sendiri dan istri tidak mengikuti jejak Gita dan Paul. Kami sepakat ingin memiliki anak. Anak, dalam pandangan Islam, adalah “investasi” di dunia maupun akhirat. Anda tentu ingat hadis Nabi SAW: iza mata ibnu adam inqata’a amalu ila bi tsalatsin…

 

Follow WhatsApp Channel theambyar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!
Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru
Kenapa Kita Susah Berubah?
Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu
Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai
Di Balik Reruntuhan Pakungwati, Ada Kisah Cinta dan Awal Peradaban Islam Cirebon!
BP3 Cirebon Gelar Lomba Renang, Latih Mental Anak
Dikhianati, tapi Harus Memaafkan?
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

3 × three =

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kenapa Kita Susah Berubah?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai

Berita Terbaru

Artikel

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:00 WIB

Artikel

Kenapa Kita Susah Berubah?

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:00 WIB