Dikhianati, tapi Harus Memaafkan?

- Penulis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Dukung Pembangunan Pondok Pesantren Al Muhajirin

Dikhianati? Pernahkah kamu?

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ رضي لخير الامم خير الاديان احمده سبحانه الملك الواحد الديان .وَأَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ حث عباده على سلوك سبيل الاحسان. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ نهي عن الايذاء بالافك والبهتان اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ والتابعين لهم باحسان
أَمَّا بَعْدُ، فاتقوا الله عباد الله وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ


Jamaah Jumat rahimakumullah…
Pada kesempatan kali ini mari kita bersama sama merenungkan firman Allah ta’ala dalam surat an nur ayat 22
Allah Subhanahu wa Ta’ala:


وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ


“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabatnya, orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Baca Juga :  Dakwah Instrumental, Politis, atau Elit?


Jamaah sholat Jumat yang dimuliakan Allah,
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan sebuah peristiwa yang sangat menyakitkan bagi Rasulullah ﷺ., peristiwa yang dikenal dengan istilah Haditsul ifki, berita bohong atau yang sekarang populer disebut hoaks, yaitu ketika tersebar fitnah keji yang menimpa Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Rasulullah ﷺ.
Fitnah itu disebarkan oleh kaum munafik yang dipimpin oleh Ubay bin Salul, sebuah fitnah yang hampir saja mengguncang rumah tangga Rasulullah ﷺ, dan tentunya menimbulkan kesedihan mendalam bagi Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu,
yang membuat luka Abu Bakar Siddiq itu semakin dalam adalah kenyataan bahwa salah satu orang yang ikut menyebarkan berita dusta tersebut adalah, seorang kerabat Abu Bakar yang tergolong fakir, yang selama ini justru selalu dibantu dan dinafkahi oleh Abu Bakar.


Hati siapa yang tidak terluka?
Hadirin sidang jumat rahimakumullah
setelah turunnya ayat yang membebaskan Sayyidah Aisyah dari fitnah keji itu, abu bakar pada satu sisi sangat lega karena Allah sendiri yang langsung menggaransi bahwa berita yang beredar itu palsu, bahwa Sayyidah Aisyah tidak melakukan apa yang dituduhkan, namun pada sisi lain Abu Bakar belum dapat melupakan sakit hatinya pada orang yang yang selalu dibantunya namun turut serta dalam menyebarkan fitnah tersebut, atas kemarahan itu abu Bakar bersumpah tidak akan lagi memberikan bantuan kepada kerabatnya tersebut selamanya.

Baca Juga :  Pengertian Tabligh dan Dalil-Dalilnya dalam Islam


Namun kemudian Allah menurunkan Ayat yang membuat kemarahan Abu Bakar mereda.
Allah tidak hanya menegur, tetapi juga menawarkan sesuatu yang sangat agung.
وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا
“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.”
أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ
“Tidakkah kalian ingin Allah mengampuni kalian?”
Mendengar ayat ini, Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu langsung bersumpah untuk kembali melanjutkan bantuannya seperti semula, dan tentu memaafkan kerabatnya tersebut. Inilah kemuliaan hati para sahabat.


Jamaah Jumat rahimakumullah,
Peristiwa yang melatar belakangi turunnya ayat ini mengingatkan kita.
Sebagai manusia, kebaikan kita belum tentu dibalas kebaikan, bahkan sangat mungkin dibalas dengan keburukan, air susu dibalas air tuba, karyawan yang menikam dari belakang pada bos nya, saudara yang mencurangi saudaranya, sahabat yang menumbalkan sahabatnya, bahkan mungkin anak yang tidak tahu balas budi kepada orang tuanya.itu semua tentu membuat hati terluka.
Marah terhadap pengkhianatan adalah sesuatu yang manusiawi.


Namun Allah menawarkan sebuah “pertukaran” yang sangat mulia.
Seakan Allah berkata kepada siapapun yang mengalami peristiwa tersebut:
Jika engkau memaafkan mereka…maka Aku akan memaafkanmu.
Jika engkau berlapang dada kepada mereka…maka Aku akan melapangkan ampunan untukmu.

Baca Juga :  Bersikap adil bahkan terhadap mereka yang tidak kita sukai


Jamaah yang dirahmati Allah,
Marilah kita berniat berupaya dan terus berusaha meneladani kelapangan hati Abu Bakar.
Jika kita pernah dikhianati, disakiti, kebaikan kita dibalas dengan keburukan Mari kita tukarkan kemarahan kita dengan ampunan Allah.
Mari kita tukarkan kekecewaan kita dengan keridhaan Allah.
Bukalah pintu maaf bagi orang-orang yang pernah menyakiti kita.
Disamping itu, jangan lupa kita pun pernah menyakiti orang lain, menghina orang lain, mencurangi orang lain, lawanlah ego kita buka hati kita untuk bersedia meminta maaf dan meminta ridho mereka.


Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang lapang hati untuk bersedia meminta maaf dan bersedia memaafkan, sehingga kita pun berhak mendapatkan ampunan-Nya.
آمين يا رب العالمين.
وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإيّاكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبّل الله منّي ومنكم تلاوته واستماعه إنَّه هو السميع العليم
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

Follow WhatsApp Channel theambyar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ucapan Orang Tua Bisa Menghancurkan Masa Depan Anak, Hati-hati !!
Bersikap adil bahkan terhadap mereka yang tidak kita sukai
Awalnya Kosong, Tapi Akhirnya Saya Mengerti Makna Toleransi
Dakwah Instrumental, Politis, atau Elit?
Ngaji Bareng: Maqashidus Shaum #9
Tidur Sepanjang Hari Saat Puasa Ramadan: Apakah Batal atau Tetap Sah?
Ngaji Bareng: Maqashidus Shaum #8
Mencicipi Makanan Sebelum Buka Puasa, Apakah Batal?
Berita ini 43 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

sixteen + nineteen =

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Dikhianati, tapi Harus Memaafkan?

Kamis, 17 September 2026 - 09:00 WIB

Ucapan Orang Tua Bisa Menghancurkan Masa Depan Anak, Hati-hati !!

Kamis, 10 September 2026 - 09:00 WIB

Bersikap adil bahkan terhadap mereka yang tidak kita sukai

Senin, 25 Mei 2026 - 21:55 WIB

Awalnya Kosong, Tapi Akhirnya Saya Mengerti Makna Toleransi

Kamis, 9 April 2026 - 10:00 WIB

Dakwah Instrumental, Politis, atau Elit?

Berita Terbaru

Artikel

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:00 WIB

Artikel

Kenapa Kita Susah Berubah?

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:00 WIB