CIREBON (3/10/26) Badan Pengusaha Pemuda Pancasila (BP3) Cirebon menggelar perlombaan renang kategori fun swimming bagi anak-anak usia 5 hingga 12 tahun. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda tahunan BP3 Cirebon sekaligus wadah bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman berkompetisi dan menumbuhkan jiwa sportivitas.
Ketua Pelaksana, Ariyadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sumbangsih BP3 Cirebon kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung perkembangan anak melalui kegiatan olahraga. “Karena kita ingin memberikan sumbangsih bagi bangsa ini yang kita bisa. Kita pilih perlombaan renang ini untuk adik-adik kita,” ujar Ariyadi.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya BP3 Pemuda Pancasila Cirebon untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Ia berharap kegiatan olahraga seperti ini dapat menunjukkan bahwa organisasi tersebut turut berperan dalam membangun generasi muda bersama masyarakat dan pemerintah.
“Pemuda Pancasila itu masih dipandang stigma negatif oleh masyarakat. Jadi kita ingin menunjukkan bahwa BP3 Pemuda Pancasila ini bersama masyarakat dan pemerintah membangun generasi yang lebih baik,” katanya.
Pemilihan lokasi kolam renang Bima, Cirebon, menurut Ariyadi, dilakukan karena lokasi dinilai sesuai untuk penyelenggaraan kegiatan. Selain itu, pihaknya juga telah memiliki komunikasi yang baik dengan Dinas Pemuda dan Olahraga setempat.
Dalam pelaksanaannya, Ariyadi menyebut persiapan kegiatan berjalan dengan baik meskipun terdapat sejumlah kendala kecil. Panitia juga melibatkan wasit yang telah berpengalaman dalam pertandingan renang sehingga pertandingan dapat berlangsung secara tertib.
Dari sisi pendanaan, kegiatan tersebut diselenggarakan secara mandiri oleh pihak swasta dan tidak mendapatkan bantuan dana dari pemerintah. Pelaksanaan kegiatan didukung sejumlah sponsor dan komunitas dengan skema kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua pihak. Salah satunya melalui keterlibatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memberikan literasi keuangan kepada peserta maupun masyarakat.
Sementara itu, pelatih renang asal Majalengka, Ola, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba renang seperti ini dapat membuka semangat anak-anak untuk terus mengikuti kegiatan olahraga.
“Alhamdulillah, membuka gairah semangat anak-anak. Semoga diperbanyak lagi untuk mengadakan event-event seperti ini,” ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Nizar, pelatih renang asal Majalengka. Ia menilai pengalaman mengikuti perlombaan menjadi hal penting bagi anak-anak, bukan hanya soal menjadi juara.
Menurut Nizar, anak-anak dapat belajar menghadapi tekanan, termasuk ketika berada di hadapan penonton. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu mereka berkembang dan lebih siap menghadapi kompetisi berikutnya.
“Kalau juara itu menurut saya nilai plus. Yang lebih penting itu pengalamannya,” kata Nizar.
Dukungan juga datang dari orang tua peserta. Linda, salah satu orang tua peserta yang berasal dari Karawang, rela berangkat sejak pukul 03.00 WIB untuk mendampingi anaknya, Valin, mengikuti perlombaan.
Valin telah mengikuti les renang dan perlombaan selama kurang lebih satu tahun. Linda mengatakan, keikutsertaan anaknya dalam berbagai perlombaan bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, tetapi juga untuk melatih mental dan meningkatkan rasa percaya diri.
“Sebenarnya cuma mau ngajarin anak buat cari pengalaman dan melatih mental anak. karakter anak saya itu kurang percaya diri, makanya saya ikutkan lomba di mana-mana biar anak lebih percaya diri,” ungkap Linda.
Ia juga menilai pelaksanaan perlombaan cukup tertata. Meski demikian, menurutnya, salah satu kendala yang dirasakan peserta dan pendamping adalah sulitnya mencari kamar mandi di sekitar lokasi.
Melalui kegiatan tersebut, perlombaan renang tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun pengalaman, sportivitas, mental, dan rasa percaya diri sejak usia dini.















Komentar