Ngaji Bareng: Maqashidus Shaum #2

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Dukung Pembangunan Pondok Pesantren Al Muhajirin

Pada pasal kedua ini Syekh Izuddin bin Abdus Salam menjelaskan tentang fadilahnya puasa. Tentu yang beliau jelaskan secara umum saja, tidak semuanya, karena akan sangat banyak sekali.

Beliau menyampaikan bahwa puasa itu bisa menyebabkan derajat seseorang naik di mata Allah tentunya. Kemudian bisa menyebabkan kesalahan-kesalahan terampuni.

Bahkan di keterangan yang telah disampaikan, Syekh Hizuddin bin Abdus Salam menjelaskan bahwa puasa itu ketika dilakukan dengan benar sesuai ketentuan yang sudah ditentukan oleh Allah melalui Rasul-Nya dan disampaikan melalui lisan para ulama.

Tentunya puasa itu bisa menjadi penyebab seseorang mendapatkan ampunan dari dosa

Nah, saking tingginya keutamaan puasa, dosa yang sebenarnya sudah kategori dosa yang layak masuk neraka. Tapi kemudian berkat puasa, dosa tersebut akhirnya diampuni oleh Allah.

Pokoknya semua ambisi duniawi, apapun itu bisa terpecah, bisa terkendalikan dengan kita melakukan puasa.

Dengan puasa juga salah satu faedahnya bisa menimbulkan empati atau simpati. Maksud dari empati dan simpati adalah orang berpuasa itu sikap dermawannya bertambah. Yang tadinya jarang sedekah, jadinya gemar bersedekah dan sebagainya.

Baca Juga :  Sesaat Akhirat Terasa Nyata, Lalu Kembali Seolah Menjadi “Mitos”

Kalau dulu di kalau di Arab Saudi itu apalagi di setiap musola-musola itu disediakan makanan.

Jadi naluri kita berbagi itu meningkat ketika kita berpuasa, karena pada kondisi kita lapar dan sebagainya mungkin kesadaran akan betapa orang lain yang kelaparan perlu dibantu itu makin tinggi sehingga naluri kita untuk berbagi juga semakin tinggi.

Itu salah satu faedah puasa. Nah, dengan puasa nilai-nilai ketakwaan itu makin bertingkat baik secara pahalanya maupun secara pengamalannya.

Ada peningkatan nilai taat. Kemudian berpuasa juga bagian dari cara kita bersyukur kepada Allah.

Kemudian salah satu faedah dari adalah mencegah dari bisikan-bisikan untuk melakukan kemaksiatan ataupun penyelewengan-penyelewangan terhadap aturan-aturan syariat.

Puasa itu bisa mencegah itu semua. Selanjutnya, Syekh Mizuddin bin Abdus Salam menjelaskan bahwa puasa itu bisa meningkatkan derajat seseorang.

Hadis riwayat Imam Muslim bahwa ketika bulan Ramadan datang itu pintu surga dibuka. Artinya apa? Karena setiap kebaikan sangat cepat sekali menghantarkan orang-orang ke surga, pintu neraka ditutup, potensi kejahatan makin sedikit, dan keinginan-keinginan berbuat jahat makin terpendam dan sebagainya.

Baca Juga :  Remaja Cerdas, Kenali HIV Sejak Dini!

Nah, muncul juga pertanyaan seperti ini, “katanya setan dibelenggu tapi kok masih banyak orang yang enggak puasa, padahal dia itu muslim.”

Masih banyak orang yang menggunjing orang lain dan sebagainya. Nah, ingat bahwa setan itu fungsinya hanya membisiki kita untuk melakukan kejahatan.

Dia tidak sekuat nafsu kita dalam mendorong kita melakukan kejahatan. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa, upaya setan untuk menjerumuskan kita itu sebenarnya lemah, gampang dikalahkan.

Yang sangat susah kita kalahkan itu justru dorongan nafsu dari dalam diri kita sendiri.

Nah, maka dari itu, walaupun setannya sudah dibelenggu pasti masih banyak orang-orang yang kemudian mengambil peran sebagai setan, dengan dorongan nafsunya sendiri dan akhirnya dia tidak puasa, mengajak orang untuk tidak puasa dan sebagainya.

Maka dalam sebuah kitab Imam Ghazali menjelaskan sekarang ini banyak setan yang kemudian sudah pensiun karena perannya sudah diambil oleh manusia. Setan-setan dalam bentuk manusia.

Setan itu apa sih? mereka yang mengajak melakukan ketidakbaikan.

Baca Juga :  70 Tahun Ahli Ibadah, Tapi Akhirnya Hancur Karena?

Kalau kita melakukan ketidakbaikan itu maka kita adalah manusia pendosa. Tapi kalau kita ngajak orang lain untuk juga melakukan ketidakbaikan, ya kita itu manusia pendosa, tapi juga kita adalah setan dalam bentuk manusia.

Maka kalau kalian pengin ketemu setan dalam bentuk manusia, ya lihat saja teman kalian yang ngajak bolos, ngajak tidak puasa dan sebagainya. Itulah setan dalam bentuk manusia.

Puasa itu istimewa untuk Allah dan Allah akan memberikan ganjaran pahala. Puasa juga disebut oleh Allah sebagai benteng.

Rasulullah menyampaikan bahwa orang puasa itu jangan pernah ngomong kasar, jangan pernah bohong dan sebagainya agar puasanya sempurna. Pokoknya jangan ada konflik, fokus dengan ibadah.

Kalau ada yang memprovokasi, ngajak ribut, ngajak berbuat dosa, sampaikan saja “maaf saya sedang puasa, jangan mengajak saya melakukan hal itu”

Nah, kemudian Rasulullah menyampaikan bahwa aroma mulut orang puasa yang enggak enak itu ternyata di mata Allah itu lebih wangi, lebih besar pahalanya di hari kiamat nanti daripada aroma minyak wisik.

Memakai wewangian kan sunnah. Nah, tapi pahalanya lebih besar aroma mulutnya orang yang berpuasa itu.

Tonton versi video lengkapnya dibawah ini

 

Follow WhatsApp Channel theambyar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!
Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru
Kenapa Kita Susah Berubah?
Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu
Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai
Di Balik Reruntuhan Pakungwati, Ada Kisah Cinta dan Awal Peradaban Islam Cirebon!
BP3 Cirebon Gelar Lomba Renang, Latih Mental Anak
Dikhianati, tapi Harus Memaafkan?
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

1 × 3 =

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kenapa Kita Susah Berubah?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai

Berita Terbaru

Artikel

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:00 WIB

Artikel

Kenapa Kita Susah Berubah?

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:00 WIB