Awalnya Kosong, Tapi Akhirnya Saya Mengerti Makna Toleransi

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 21:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Dukung Pembangunan Pondok Pesantren Al Muhajirin

Saat ini, khususnya dalam konteks sosial toleransi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Karena pastinya, masyarakat itu memiliki beragam budaya, suku, agama, dan pandangan dalam hal apapun.

Sebagai makhluk sosial, toleransi itu memiliki arti yang sangat penting, karena tanpa adanya toleransi kehidupan masyarakat akan mudah tergoyahkan dan keharmonisan dalam bermasyarakat sulit terwujud.

Suatu hari, muncul 1 pesan dari salah satu grup WhatsApp matakuliah, yang dikirim oleh dosen pengampu matakuliah tersebut. Dalam pesan itu tertulis “Pengumuman pelaksanaan workshop perjumpaan lintas kampus dan dialog lintas iman pada tanggal 11 Mei 2026 di Parung, Bogor. Maka dengan ini kami membuka pendaftaran peserta bagi mahasiswa yang berminat (kuota terbatas).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keberagaman dan kemampuan dialog lintas iman secara inklusif dan konstruktif. Melalui workshop ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan, mengasah kepekaan sosial, serta memperkuat sikap toleran dan moderat dalam kehidupan bermasyarakat.”

Entah mengapa pada saat itu saya langsung penasaran ketika membaca kalimat “Dialog Lintas Iman”. Dari rasa penasaran itulah, jari saya tergerak dan memulai chat pribadi dan bertanya-tanya kepada dosen itu mengenai bagaimana cara pendaftaran workshop tersebut. Singkat cerita, akhirnya saya mengajak teman-teman kelas saya untuk mengikuti workshop Dialog Lintas Iman di Bogor itu.

Baca Juga :  Mengenal Ki Gede Alang-Alang? Siapakah Sosok Itu? On The ambyar

Jujur, sebelumnya saya belum pernah mengikuti kegiatan seminar ataupun workshop dengan tema seperti itu.

Tibalah hari dimana saya dan teman-teman menuju ke Bogor untuk mengikuti workshop tersebut. Saat pertama kali saya datang di Kampus Mubarak, Bogor saya merasa sangat canggung dan bingung. Karena diri saya tidak mempersiapkan apapun.

Bahkan yang ada dalam pikiran saya mengenai tema “Dialog Antaragama sebagai Strategi Pendidikan Perdamaian di Perguruan Tinggi” merupakan tema yang sangat berat dan lumayan sensitif, bagi saya yang pertama kali mengikuti acara workshop seperti ini. Saya juga merasa sangat asing ketika masuk  dan duduk di ruangan acara perjumpaan lintas kampus ini.

Ternyata saya bertemu dengan mahasiswa 3 kampus lainnya, yaitu mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Paramadina, dan Kampus Mubarak. Masing-masing kampus mengirimkan 40 perwakilan mahasiswa nya. Sebelum masuk ketempat acara workshop ini, semua peserta diberikan satu gulungan kertas dan nametag yang berisi nama lengkap, nomor absen, dan asal kampus.

Saat acara dimulai, ada beberapa hal yang paling membekas bagi saya, yaitu ketika kita semua diberi intruksi untuk membuka gulungan kertas dan didalam gulungan kertas itu terdapat nomor urut beserta nama kampus-kampus lain.

Baca Juga :  Ingin Puasa Lebih Maksimal? Terapkan 5 Hal Ini!

Lalu kita semua diperintahkan untuk mencari kesana kemari nomor urut yang telah didapat dan berkenalan dengan mahasiswa dari kampus lain, yang tentunya mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Menurut saya, ini adalah pengalaman yang berkesan, karena dengan model perkenalan seperti inilah kita dipaksa untuk berusaha menemukan partner kita dan akhirnya kita saling mengenal walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Selain itu, kami juga melakukan “Belanja Masalah”

Dari berbagai kampus, kami saling berdiskusi, kira-kira masalah apa saja yang pernah terjadi dalam dialog lintas agama itu? Setelah mendapatkan kurang lebih 15 masalah, kami dibagi juga dalam 15 kelompok. Waktu itu saya mendapatkan masalah tentang “Perbedaan agama bisa menjadi jurang pemisah di masyarakat”.

Kelompok saya pun mulai berdiskusi mengenai masalah tersebut. Intinya dengan tema diatas itu benar-benar menunjukkan bahwasanya itu merupakan suatu MASALAH. Karena penyebab dari permasalahan ini adalah ketika masyarakat satu dengan masyarakat lainnya selalu menonjolkan perbedaan antar agama dan saling beradu tentang agama saya yang paling benar.

Intinya masyarakat itu sulit untuk menerima pandangan orang lain, kurangnya toleransi, dan selalu berprasangka buruk. Solusi dari masalah ini hanyalah satu, yaitu perbanyaklah dialog antarumat beragama. Semakin luas kamu berdialog dengan antarumat  beragama, maka dalam dirimu akan otomatis akan meningkatkan rasa toleransimu. Yap lagi-lagi kuncinya ialah komunikasi.

Baca Juga :  Pengertian Tabligh dan Dalil-Dalilnya dalam Islam

Nah dari hasil diskusi itulah, saya baru menyadari bahwasanya kegiatan perjumpaan lintas kampus dan dialog lintas iman ini banyak memberikan saya pelajaran yang berharga. Dari kegiatan ini saya belajar, bahwasanya suatu perbedaan itu bukanlah hal yang harus dipermasalahkan terus menerus, melainkan sesuatu yang harus dipahami dan dihargai.

Dengan bertemu para mahasiswa dari berbagai kampus itu membuat saya mengetahui dan sadar, bahwa setiap orang itu pasti memiliki sudut pandang, pengalaman, dan keyakinan yang berbeda-beda. Namun, walaupun berbeda-beda, itu bukanlah hal yang bisa menghalangi kita untuk tetap saling mengenal, menghargai, dan bekerja sama.

Dengan adanya kegiatan ini juga saya jadi lebih tau bahwa komunikasi dan dialog merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita sebagai penerus bangs aini, untuk selalu menjaga persatuan dan kerukunan, walaupun negara Indonesia ini sangatlah beragam.

Jangan sampai karena adanya keberagaman itu sendiri kita menjadi terpecah belah. Justru kita harus menjadikan keberagaman untuk menyatukan kekuatan kita, mempererat tali persaudaraan tanpa memandang siapapun, dimanapun, dan kapanpun.

 

Follow WhatsApp Channel theambyar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!
Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru
Kenapa Kita Susah Berubah?
Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu
Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai
Bukan Sekadar Kawasan Tua, Pecinan Cirebon Disiapkan Jadi Magnet Wisata Baru
Di Balik Reruntuhan Pakungwati, Ada Kisah Cinta dan Awal Peradaban Islam Cirebon!
BP3 Cirebon Gelar Lomba Renang, Latih Mental Anak
Berita ini 46 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

three − 2 =

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kenapa Kita Susah Berubah?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai

Berita Terbaru

Artikel

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:00 WIB

Artikel

Kenapa Kita Susah Berubah?

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:00 WIB