Home / Artikel

Selasa, 20 September 2022 - 11:41 WIB

“Kok masih Nakal” Padahal Sekolah di Madrasah

Sudah  sekolah di madrasah, kok masih nakal !!!

Mungkin kita sering mendengar di lingkungan masyarakat dengan kata-kata di atas bukan?

Supaya tidak salah paham , mari kita  sedikit membahas  anak yang bagaimana yang masuk katagori anak nakal. Dan  apa  yang menjadi penyebabnya

Namun sebaiknya jangan terlalu dini memutuskan bahwa  anak itu nakal. Karena tidak ada yang namanya anak nakal. Anak-anak hanya meniru apa yang mereka lihat di sekitar mereka, dan rasa ingin tahu mereka yang besar tentang suatu hal. Sehingga mereka melakukannya karena ketidaktahuan mereka.

Jadi sesuatu yang wajar kalau seorang anak melakukan hal-hal yang sedikit usil dan jahil, bahkan kadang mereka melakukannya karena mencari perhatian kita. Yap betul … mereka merasa kurang diperhatikan.

Baca Juga :  Mimpi ke Luar Negeri, Tapi Orang Tua Belum Mengizinkan: Bagaimana?

Maka dari itu perlunya peran kita sebagai orang tua untuk selalu menjaga komunikasi yang baik dengan anak.

Membangun komunikasi yang baik dengan anak adalah salah satu kuncinya. Dan inilah yang susah kita lakukan karena kita selalu memposisikan sebagai orang tua yang harus di hormati keberadaannya, di dengar nasihatnya, dituruti perintahnya tanpa mau tahu keinginan anak itu apa. Bangunlah komunikasi yg membuat anak menjadi nyaman dengan kita. Sesekali posisi kan diri kita seperti teman atau sahabat.

Lagipula membentuk karakter baik pada anak, bukanlah sesuatu  yang instan, bukan hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Butuh proses yang panjang.

Baca Juga :  “Mengkritik” atau “Menghina” Pesantren?

Anak-anak dilahirkan dalam fitrah yang bersih dan suci seperti kertas putih tanpa noda. Kita tidak perlu menuntutnya menjadi anak  soleh. InsyaAllah dengan berjalannya waktu, mereka akan tumbuh jadi pribadi yang baik. Bila sejak dini , setiap saat ,setiap waktu, setiap hari , kita buat mereka terpesona dengan dampak  kebaikan-kebaikan yang selalu kita tebarkan.

Yap…betul sekali, jangan menuntut anak jadi soleh, kalau kita sendiri belum mampu untuk memberikan pengajaran yang terbaik untuk anak-anak kita.

Mendidik anak memang sangatlah berat dan sulit, maka diperlu kerjasama yang baik antara kedua orangtuanya. Peran ibu dan ayah harus seimbang , karena mendidik anak bukan tugas ibu saja.  Peran ayah itu sangat penting dalam pembentukan karakter anak.

Baca Juga :  Cinta dalam Diam: Ketika Doa Menjadi Bahasa Rindu yang Paling Tulus

Kekurangan peran ayah dalam pengasuhan akan mengakibatkan mental anak cenderung bermasalah. Dan kabar buruknya Indonesia termasuk urutan no 3 sebagai fatherless country . Yaitu suatu negara yang di dalam tatanan keluarganya peran ayah masih begitu rendah dalam hal pengasuhan anak.

Jadi sekarang kita sudah sedikit faham, bahwa kitalah  yang sangat berperan dalam menentukan karakter anak. Karena kitalah madrasah pertama mereka. Jadi sangat salah kalau mengatakan “sudah sekolah di madrasah atau sekolah yang berbasis agama kok masih nakal yah”.

Jangan pernah menyalahkan sekolah yah teman.

Penulis: Mimin Mu’minah

(Ketua Komite MI Hidayatus Shibyan Periode 2021-2022)

Share :

Baca Juga

Masa Depanmu

Artikel

Masa Depanmu? Itu Semua Tergantung dengan Prosesmu Saat Ini!

Artikel

Acrophobia? Apakah Kamu Juga Mempunyai Pobia Ini?

Agama

5 Rahasia di Balik Sedekah?

Artikel

Tari Topeng Cirebon: Jenis-jenis Topeng Khas Cirebon

Artikel

Memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Bahasa Indonesia!

Agama

Bulan Ramadhan Bukan Sekadar Berpuasa, tapi?

Agama

Dakwah di Era Digital? Inilah Tantangan dan Strategi bagi Da’i!

Agama

Raih Kebahagiaan Dunia dan Akhirat dengan Cara Ini!