Saat ini perkembangan dunia termasuk teknologi informasi dan komunikasi sangatlah pesat sekali. Semuanya bisa serba mudah, cepat, dan luas untuk saling berkomunikasi, tanpa adanya batasan ruang dan waktu.
Salah satu produk utama dalam perkembangan yang sangat melesat ini adalah media sosial. Dimana media sosial ini memiliki berbagai macam platform, seperti Instagram, Facebook, WhatsApp, Tiktok, Youtube, X atau Twitter, dan masih banyak lagi aplikasi lainnya.
Kini aplikasi itu bisa dibilang sudah menjadi separuh hidup manusia-manusia masa kini. Semua orang dalam aktivitas sehari-harinya, akan menghabiskan waktu untuk scrolling layar, mencari informasi, saling berinteraksi, sampai mencari hiburan pun menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut.
Namun, seperti yang kita tau bahwasanya setiap hal didunia ini pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dengan berbagai manfaat dan kemudahan yang telah tersedia di zaman sekarang, adapula dampak negatif atau suatu kekhawatiran untuk kita semua, terutama dalam hal kesehatan mental.
Media sosial itu bisa menjadi pedang bermata dua, disatu sisi kanan, ia mempunyai banyak peluang, tapi disisi lain media sosial bisa membuat Kesehatan mental kita terancam. Dampak negatif dari penggunaan media sosial adalah kurangnya waktu tidur, dapat menimbulkan kecemasan, setress, bahkan depresi.
Salah satu penyebabnya adalah adanya rasa perbandingan diri sendiri dengan orang-orang diluar sana. Perlu diingat, bahwasanya media sosial itu adalah panggung, dimana seseorang pasti hanya akan menampilkan sisi terbaik dari kehidupannya.
Contohnya, ketika kamu melihat teman kamu liburan ke Bali dengan keluarganya. Lalu kamu langsung berpikir “Wah enak banget ya dia, udah mah jalan-jalan ke Bali sama keluarganya pula”
Memang dalam panggung media sosial hidup mereka sangatlah sempurna, namun siapa yang tau, kalau mereka itu pergi ke Bali harus mengutang dulu kesana kemari?
Kalau kamu selalu melihat suatu hal hanya dalam satu sudut pandang saja, itu bisa menimbulkan rasa iri, minder, bahkan putus asa.
Oleh karena itu, kita harus menyadari kalau semua yang ditampilkan di media sosial itu belum tentu cerita yang sebenarnya.
Karena pada dasarnya media sosial hanyalah sebuah panggung. Siapa sih orang yang ingin menampilkan suatu hal yang buruk atau jelek diatas panggung?
















