Kemana Arah Pesan Bergerak? Menurut Himstreet dan Baty dalam buku Business Communication: Principles and Methods komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem yang biasa, baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau Tindakan (Purwanto, 2011).
Komunikasi dianggap sukses apabila penerima pesan dapat memahami informasi yang disampaikan pengirim pesan (Solihin, 2009). Komunikasi akan sempurna, ketika pikiran dan ide yang disampaikan berhasil dipahami dengan sempurna oleh komunikan sama seperti yang telah dibayangkan oleh komunikator (Robbins & Coulter, 2010)
Aliran komunikasi merupakan pola penyebaran pesan dalam suatu sistem, terutama dalam organisasi, yang bisa dibagi berdasarkan arah (ke bawah/atasan ke bawahan, ke atas/bawahan ke atasan, horizontal/antar rekan kerja sejajar, diagonal/lintas departemen), jenis (formal/informal), dan cara (lisan, tulisan, visual, nonverbal).
Memahami alirannya itu penting untuk efisiensi, koordinasi, dan kinerja, baik dalam lingkungan formal maupun informal. Aliran komunikasi ini menunjukkan bagaimana informasi ini bergerak, dari siapa ke siapa, serta melalui saluran apa informasi tersebut disampaikan.
Menurut (Purwanto, 2011) pendekatan yang digunakan antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain bisa saja berbeda dan pastinya bervariasi.
Untuk perusahaan berskala kecil, penyampaian informasi langsung dapat disampaikan kepada bawahan, sedangkan perusahaan yang besar yang memiliki karyawan ratusan bahkan ribuan, maka penyampaian informasi kepada bawahan merupakan pekerjaan yang cukup rumit. Berikut bentuk arah atau pola komunikasi diantaranya:
Kemana Arah Pesan Bergerak? Inilah Macamnya!
- Komunikasi dari atas ke bawah (Top-Down atau Downward Communication)
Yaitu, komunikasi yang berasal dari manajer tingkat atas kepada bawahannya. Fungsi dari komunikasi ini adalah untuk mempermudah manajer tingkat atas memberikan komando dan arahan kepada para bawahannya.
Tujuan manajer menggunakan jalur komunikasi ini ialah untuk mengarahkan, memotivasi, mengkoordinasikan, memimpin, dan mengendalikan berbagai kegiatan.
Komunikasi ini ada yang berbentuk lisan dan tulisan. Secara lisan komunikasi berupa percakapan biasa, wawancara resmi atau dalam bentuk pertemuan kelompok.
Sedangkan secara tulisan, komunikasi dapat berbentuk memo, kontak informasi, buku petunjuk karyawan, serta buletin. Salah satu kelemahan dari arah komunikasi ini adalah kemungkinan terjadinya penyaringan informasi penting yang ditujukan ke bawahannya. Jadi, informasi yang diterima para bawahan tidak selengkap aslinya.
- Komunikasi dari bawah ke atas (Bottom Up atau Upward Communication)
Yaitu, pesan yang muncul dari bawahan ke tingkat yang lebih tinggi. Komunikasi ini digunakan apabila bawahan mengajukan saran, kendala, ide, laporan, dan lain-lain.
Komunikasi dari bawah ke atas juga memiliki beberapa kekurangan, seperti adanya risiko terjadi disinformasi atau informasi yang disampaikan belum tentu kebenarannya, sehingga bisa saja menimbulkan salah Langkah atau keputusan yang kurang tepat. Lalu, ada kemungkinan juga bawahan hanya menyampaikan informasi atau laporan yang baik-baiknya saja. Sementara informasi yang tidak baik-baik saja cenderung tidak disampaikan kepada atasan.
Kemana Arah Pesan Bergerak? Inilah Macamnya!
- Komunikasi Horizontal
Yaitu, aliran komunikasi yang terjadi antara individu dan kelompok yang memiliki kedudukan yang sejajar dalam suatu organisasi. Komunikasi ini tidak melibatkan atasan dan bawahan, tetapi terjadi di tingkat yang sama, misalnya antardivisi setara, antarstaf, dan lain-lain.
Komunikasi ini bersifat koordinatif dan dapat mengkoordinasikan peran antar divisi didalam suatu organisasi. Oleh karena itu, antar divisi dalam suatu perusahaan saling berbagi pesan untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut (Bangun, 2012)
- Komunikasi Diagonal
Yaitu, aliran komunikasi yang melibatkan antara dua tingkat (level) organisasi yang berbeda. Artinya pesan mengalir melintasi struktur organisasi, tetapi bukan dari atasan ke bawahan atau sebaliknya, melainkan menyilang dari satu bagian ke bagian yang lain.
Contohnya, staf divisi kreatif berkomunikasi langsung dengan manajr divisi keuangan untuk koordinasi suatu proyek tanpa harus melalui kepala divisinya terlebih dahulu.
Kelebihan dari komunikasi diagonal yaitu penyebaran informasi dapat menjadi lebih cepat daripada komunikasi yang tradisional serta memungkinkan individu dari berbagai bagian atau departemen ikut membantu dalam menyelesaikan masalah dalam organisasi.
Komunikasi diagonal juga memiliki kelemahan. Kelemahan komunikasi diagonal yaitu dapat mengganggu jalur komunikasi yang rutin dan telah berjalan normal. Komunikasi diagonal dalam suatu organisasi yang berskala besar sulit untuk dikendalikan secara efektif.















