Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang adabnya puasa. Barang siapa yang ketika menjalankan puasa tidak meninggalkan perbuatan buruk ataupun perkataan buruk, maka Allah tidak akan menganggap puasanya itu sebagai hal yang penting atau layak dicatat pahala.
Karena hakikat puasa itu bukan cuman menahan makan dan minum, tapi bagaimana kit aitu bisa menjaga lisan dan seluruh anggota badan kita untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak dibolehkan oleh syariat.
Kalau syariat tidak membolehkan, ya kita tahan.
Karena potensi salah ketika ngomong itu sangat besar. Mungkin secara fikihnya tidak.
Kali ini fokus utamanya adalah tentang puasa. Jadi apabila perkataan kita tidak sesuai atau tidak dibenarkan oleh syariat. Artinya bisa meninggalkan atau membuat puasanya tidak berarti di mata Allah.
Banyak orang yang berpuasa tapi dia tidak mendapatkan pahala apa-apa dari puasanya. dia hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Lapar ketika siang, haus ketika siang. Selebihnya tidak ada pahala apa-apa.
Nah, ini apa penyebabnya? yaitu karena melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh syariat atau berkata sesuatu yang oleh syariat tidak boleh dikatakan menyakiti tetangga, berbohong dan sebagainya.
Ini bisa menyebabkan puasa kita menjadi tidak mendapat nilai apa-apa.
Banyak orang yang salat malam tapi justru terhalang dari rahmat Allah. Karena apa? Karena salah niat, salah tujuan.
Kita sebagai orang yang sedang menjalankan puasa jangan sampai melakukan satu tindakan atau langkah yang membuat orang lain merasa tersinggung.
Jadi, pesan ini arahnya adalah kita harus tetap menjaga hubungan sosial kita dengan siapapun.
Walaupun kita sedang puasa. Misal kita puasa sunah, ada tetangga hajatan, ngajak tahlilan dan sebagainya. Kita hadir dan kita disuguhi banyak makanan, ya sampaikan saja saya sedang puasa sunah dan sebagainya. Betapa pentingnya menjaga relasi atau hubungan persaudaraan, pertemanan, dan bermasyarakat.
Sampai-sampai ibadah puasa pun tidak boleh menyebabkan orang tersinggung gara-gara kita menolak diajak makan tanpa memberi alasan
Ada sebagian tetangga-tetangga kita yang kemudian mengatakan bahwa doa Allahumma lakasumtu itu bid’ah.
Ya sudah, biarkan mereka ngomong itu saja. Kita doa-doa saja, enggak usah di perdebatkan.
Demikian, mudah-mudahan ada manfaatnya dan kita jangan sampai punya alergi dengan riwayat-riwayat yang berbeda-beda.
Karena Rasulullah menyampaikan doa A di hadapan sahabat A, doa B di hadapan sahabat B, doa C di hadapan sahabat C. Mana yang cocok dengan kita, kita baca saja.
Ada yang menganggap bid’ah, yasudah diamkan saja, enggak usah bereaksi.
Tonton versi video lengkapnya dibawah ini
