Home / Agama / Artikel / Kultum

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:53 WIB

Rahasia di Balik Puasa Ramadan yang Jarang Disadari Banyak Orang

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang “ Puasa membentuk pribadi shaleh individual dan shaleh sosial”

Yapp, puasa itu membentuk minimalnya tiga kepribadian seseorang. Yang pertama yaitu membentuk kepribadian secara personal atau individual melalui ibadah spiritual. Kemudian membentuk kesalehan sosial.

Dan yang ketiga, membentuk pribadi yang bersyukur. Seseorang ketika melaksanakan puasa dengan melakukan segala sesuatu yang diperbolehkannya ataupun mencegah dari yang dilarangnya itu akan membentuk pribadi sekaligus membentuk kesalehan seseorang.

Yang pertama tentunya salat secara personal atau individual melalui ibadah spiritual, lalu siangnya berpuasa, kemudian malamnya salat tarawih, tahajud, tadarus Al-Qur’an, qiyamulail, lalu paginya bekerja kemudian tidak berbuat kejahatan dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Ingin Menjadi Hamba yang Dirindukan Surga? Ini Rahasianya!

Hal itu yang nantinya akan terbentuk oleh seseorang ketika mampu menjalankan ibadah puasa dengan baik. Seperti yang disebutkan di awal surah Al-Baqarah ayat 183 itu puncak dari seseorang ketika melaksanakan puasa itu “laallakum tattaqun”.

Lalu, seseorang itu bisa membentuk kepribadian sosial yang lebih besar lagi. Contohnya ketika kita bersodaqoh kepada orang yangclebih membutuhkan. Kanjeng Nabi Muhammad beliau merupakan pribadi yang sangat dermawan.

Jadi ketika bulan puasa beliau lebih dermawan lagi dibanding bulan-bulan lainnya. Nah, di sini diterangkan dalam hadis dari Ibnu Abbas R.A, bahwa Rasulullah merupakan manusia yang sangat dermawan, paling dermawan.

Baca Juga :  Detik-Detik Wafatnya Rasulullah SAW, Tapi Masih Ingat dengan Umatnya!

Sifat dermawannya itu paling menonjol ketika bulan suci Ramadan. Saat bertemu dengan malaikat Jibril, Jibril menemui Rasulullah pada setiap malam di bulan Ramadan dan mengajarkan beliau Al-Qur’an. Sungguh kedermawanan Rasulullah ini terhadap kebaikan itu bagaikan laksana angin yang berhembus.

Maka output dari berpuasanya seseorang itu menjadi saleh secara individual, secara personal, dan saleh juga secara sosial. Mampu memberikan sodaqoh, memberikan bantuan, memberikan pertolongan kepada orang lain juga menjadi pribadi yang bersyukur.

Jadi ada tiga kesalehan yang didapatkan seseorang ketika menjalankan ibadah puasa. Ada salah satu hadis yang menerangkan bahwa “Barang siapa yang bersukacita, yang senang, yang gembira, yang hatinya lega, senang dengan datangnya bulan Ramadan, maka Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka.”

Baca Juga :  Maulid Nabi: Bid’ah, Benarkah ! (2)

Itulah mengapa bulan puasa itu harus kita maksimalkan, kita optimalkan dengan perbuatan-perbuatan baik.

Malamnya digunakan untuk ibadah, paginya juga kita gunakan untuk kebaikan-kebaikan lainnya. Barang siapa yang berpuasa dengan dengan keimanan juga dengan mengharap pahala kepada Allah, maka dosa-dosanya akan diampuni dari yang sebelum-sebelumnya.

Ada juga hadis yang menerangkan “Sebelum paginya kita berpuasa, malamnya itu kita gunakan maksimalkan dengan ibadah-ibadah spiritual, ibadah kita kepada Allah, kita maksimalkan dengan salat tarawih, dengan tadarus Al-Qur’an, qiyamullail, dan lain sebagainya.

Tonton versi video lengkapnya dibawah ini

 

Author Profile

Naura Azzahra

Share :

Baca Juga

Agama

Para Ulama Menyikapi Perbedaan dengan Sikap Toleran (1)

Agama

DASAR HUKUM TABLIGH DALAM PERSPEKTIF AL QUR’AN
tips menghafal

Artikel

Tips Menghafal Cepat Versi Akuu! Gimana yaa Caranya?

Artikel

Body Shaming? Apakah termasuk Pembullyan?

Agama

Kita Semua Pemimpin: Sudah Siap Dihisab?

Artikel

“Kok masih Nakal” Padahal Sekolah di Madrasah
Kebahagiaan

Artikel

Kebahagiaan? Gimana sih Standar Bahagia?

Agama

Hikmah Tersembunyi dari Bulan Ramadan!