Yuk Simak Kisah Mistis dari Makam Keramat Plangon: On The Ambyar.

- Penulis

Jumat, 5 November 2021 - 13:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Dukung Pembangunan Pondok Pesantren Al Muhajirin

Halo sobyar udah lama ya kita ga upload tentang mistis di segmen On The Ambyar. Nah kali ini kita akan mengenal makan keramat Plangon. Buat kalian yang udah tau tentang kisah mitos dan cerita turun temurun yang terjadi di sana. Yuk simak kisah mitos selengkapnya yang udah terjadi disana. Bagi yang belum tau kisah apa saja di simak dan di baca terus ya..

Situs Plangon merupakan objek wisata sejarah yang berada di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Di tempat ini terdapat dua buah makam tokoh Cirebon, yakni makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan. Dengan adanya kedua makam tersebut, akhirnya membuat masyarakat sekitar mengkramatkan situs Panongan.

Mitos Plangon Si Raja Monyet.

Selain itu, di situs Panongan juga terdapat ratusan ekor kera yang di percaya sudah ada sejak lama di sana. Menurut pandangan orang dan dari cerita turun temurun, monyet-monyet ini berasal dari peliharaan Pangeran Kejaksaan. Ketika pangeran ini meninggal kera-kera itu masih menetap di Kanoman Plangon, kemudian beranak pinak hingga mencapai ribuan.

Baca Juga :  Sejarah Keramat Tuk Jasi Di Cirebon: On The ambyar

Bukit kera terbagi menjadi 3 bagian, bagian atas, tengah dan bawah. Konon katanya kisah mitos tentang para monyet di sana, yaitu tentang si legenda Raja Monyet Robert, dia sangat di takuti para monyet biasa maupun pemimpin bawah, tengah, atas. Robert sudah hidup lama dan perjalanannya pun panjang sampai bisa di takuti semua monyet yang ada di sana.

     1. Jefri Si Pemimpin Atas.

Perjanjian para monyet di sana adalah tidak boleh melewati batasan yang di sepakati. Misalnya Pemimpin atas yang bernama Jefri, Jefri hanya menguasai bagian atas jika Jefri dan para bawahannya nekat turun ke bagian bawah maka Jefri dan para bawahannya akan di serang atau di keroyok oleh penghuni wilayah bawah.

      2. Acing Si Pemimpin Tengah.

Berbeda dengan pemimpin tengah mereka cenderung tertutup. Mereka akan keluar dari persembunyianya ketika mereka di panggil oleh pemandu. Pemimpin bagian tengah adalah Acing. Di wilayah tengah terdapat sebuah pohon keramat yang bernama Randualas. Randualas merupakan pohon terbesar yang berada di bagian tengah, pohon ini juga biasanya juga di jadikan tempat persembunyian Acing dan para kera bagian tengah.

Baca Juga :  Syukur dan Qanaah? Apakah mempunyai Arti yang Sama?

      3. Kentung Si Pemimpin Bawah.

Ada lagi, kisah pemimpin yang berada di bagian bawah yang di pimpin oleh Kentung. Kentung adalah pemimpin yang sedikit terbuka dan sedikit tertutup kepada bawahannya maupun kepada orang yang sedang mengunjungi wilayahnya. Tetapi, kera bagian bawah itu berbeda dengan kera bagian luar. Jika kera bagian dalam itu masih termasuk peliharaan dari Pangeran Kejaksan namun, kera bagian luar bisa di bilang hanya monyet biasa yang sedang mencari tempat tinggal. Kentung biasanya hanya berkeliaran di wilayahnya.

baca juga : Situs Krapyak? Kerajaan Tertua di Nusantara: New On The Ambyar

Namun tidak dengan Robert dia bebas berkeliaran dimana-mana dan tidak ada yang berani menyerangnya walaupun seorang pemimpin atau secara berkelompok, karena Robert di kenali sebagai monyet yang di hormati dan di takuti.

Robert tidak seperti monyet pada biasanya galak dan kasar Robert jinak kepada para pengungjung ketika pengunjung di serang oleh monyet-monyet lalu mengatakan “Robert” semua monyet akan ketakutan. Dari pernyataan salah satu warga setempat di sana mengatakan Robert telah meninggal dunia pada tahun 2016 karena faktor usia, namun ada juga yang mengatakan Robert masih hidup.

Baca Juga :  Tugas Numpuk? Jangan Pusing, Yuk Simak Tipsnya!

Mitos Tanjakan Plangon.

Adapula cerita tentang tanjakan maut plangon yang berada di sekitar tanjakan atau belokan Plangon. Tanjakan maut Plangon Sumber Cirebon ini, sering sekali terjadi musibah entah karena kecerobohan atau karena hal-hal yang di kaitkan dengan ghaib. Jalan yang belak-belok dan menanjak membuat kita yang melewatinya harus tetap berhati-hati. Dari salah satu makhluk ghaib, biasanya dia menghilangkan fikiran manusia. Sehinngga pengemudi melihat jalanan itu lurus, padahal sebenarnya belak-belok.

Itulah sedikit kisah mitos Raja Monyet dan mitos-mitos yang terkenal sampai saat ini di kalangan masyarakat di sana. Semoga bisa menjadi referensi kita untuk mengetahui tentang sejarah yang ada di Indonesia, khususnya di Cirebon.

Bagi kalian yang mau tau lebih lengkap nya, yuk simak di youtube nya the ambyar. Biar ga ketinggalan mitos-mitos yang ada di sana.. wiedersehen..

 

Follow WhatsApp Channel theambyar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!
Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru
Kenapa Kita Susah Berubah?
Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu
Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai
Di Balik Reruntuhan Pakungwati, Ada Kisah Cinta dan Awal Peradaban Islam Cirebon!
BP3 Cirebon Gelar Lomba Renang, Latih Mental Anak
AI Tidak Bisa Gantikan Peran Guru
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

15 − nine =

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kenapa Kita Susah Berubah?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai

Berita Terbaru

Artikel

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:00 WIB

Artikel

Kenapa Kita Susah Berubah?

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:00 WIB