الحمد لله الذي أوجب العدل في كل الأحوال، وحرّم الظلم في الدماء والأعراض والحقوق والأموال، وأشهد أن لا إله إلا الله كامل الأوصاف وواسع النوال، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله الذي فاق جميع العالمين في العدل والفضل والأفضال، اللهم صل وسلم على سيدنا محمد, وعلى آله وأصحابه خير صحب وأشرف آل.
أما بعد:
أيها الناس, اتقوا الله تعالى, واعلموا أن مدار التقوى على القيام بالعدل في كل الأحوال
Hadirin sidang jum’at yang dirahmati Allah, sebagai manusia kita memang dibekali rasa, suka dan tidak suka, mendukung dan menolak, mengikuti dan menjauhi, sejarah perjalanan manusia selalu begitu, orang-orang baik ada yang mengikuti ada yang membenci, orang orang jahat ada yang membenci ada yang mengikuti, itu sudah sunnatullah.
Sebagai Muslim kita mestinya berpegang teguh kepada Perintah Allah, bahwa rasa tidak suka jangan sampai membuat kita bersikap tidak adil, jangan sampai kita terjebak oleh suka dan tidak suka dalam menyikapi seseorang ,kelompok, atau komunitas atau apapun.
Memang secara alami kita sering terjebak oleh rasa suka dan tidak suka, saat seseorang atau kelompok tertentu yang tidak kita sukai melakukan kesalahan kita begitu semangat mencela, mencaci dan menyebarkan kesalahannya bahkan kadang sampai menambah nambahkan keburukan yang sebenarnya tidak dilakukan.
Sementara ketika kelompok atau orang yang kita sukai melakukan kesalahan, kita begitu semangat mengajak yang lain untuk husnudzon dan tidak buru buru menyalahkan, bahkan kadang kita begitu bersemangat meyakinkan orang lain bahwa bisa saja kesalahan dari orang atau kelompok yang kita sukai, akan diampuni Allah swt, karena Allah maha pengampun.
Sikap semacam ini sungguh bukan Ahlak islam yang Allah ajarkan, Allah swt menegaskan melalui firmannya dalam surat Al Ma’idah ayat 8
Allah swt berfirman.
وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.
Imam Abu Ja’far Atthobari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa: Yang dimaksud oleh Allah Jalla Tsanauhu dengan ayat tersebut adalah: “Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Muhammad! Hendaklah menjadi bagian dari akhlak dan sifat kalian untuk senantiasa bertindak karena Allah, menjadi saksi yang adil, baik terhadap sahabat (sekutu) maupun musuh-musuh kalian.”
Asbabunnuzul ayat ini berkaitan dengan sikap sekelompok Yahudi yang begitu Jahat bahkan sampai hendak membunuh Rasulullah saw, bayangkan terhadap Yahudi yang sangat ingkar bahkan berambisi membunuh Rasulullah saja, Allah perintahkan umat islam untuk bersikap adil, sudah barang tentu terhadap sesama muslim yang hanya beda kelompok atau komunitas atau apapun, kita lebih wajib bersikap adil kalau dalam istilah ushul fiqihnya minbabil aula.
Hadirin sidang jum’at yang dirahmati Allah,
Kita sudah ditakdirkan oleh Allah hidup di negara dengan berbagai macam ras suku agama, bahkan dalam satu agamapun kita berbeda beda madzhab, kelompok organisasi dan sebaginya, mustahil kita mengubah takdir itu, berharap kita satu suara dalam setiap masalah adalah mustahil, yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar sekuat tenaga untuk selalu bersikap Adil.
Karena bersikap adil adalah bentuk ketaqwaan itu sendiri.
Marilah kita renungkan dengan penuh kesadaran, apakah sikap kita, penilaian kita reaksi kita terhadap orang yang kita sukai dan tidak sukai sudah adil? Apakah kebencian dan kesukaan kita mempengaruhi cara penilaian dan sikap kita terhadap mereka ?
Ingatlah wahai kaum muslimin sekalian
وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.
Semoga kita semua mampu mengendalikan rasa suka dan tidak suka kita untuk selalu dapat bersikap adil, amin ya rabbal alamin
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإيّاكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبّل الله منّي ومنكم تلاوته إنَّه هو السميع العليم
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم و لسائر المسلمين والمسلمات فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah ke 2
.اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا
. اللهم صلِّ وسلِّم على عبدك ورسولك محمد، البشير النذير، والسراج المنير، وارضَ اللهم عن الأربعة الخلفاء الراشدين المهديين: أبي بكرٍ، وعمر، وعثمان، وعلي، وعن بقيَّة الصحابة، وعن التابعين، وتابعي التابعين، ومَن تَبِعَهم بإحسانٍ إلى يوم الدين، وعنَّا معهم بعفوك وكرمك وإحسانك يا أرحم الراحمين..اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ















Komentar