Stoikisme: Seni Mencapai Ketenangan dalam Hidup

- Penulis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 09:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Dukung Pembangunan Pondok Pesantren Al Muhajirin

Pernah mendengar kata Stoikisme? Stoikisme merupakan filosofi yang menekankan pentingnya mencapai ketenangan dan kebahagiaan dengan berfokus pada hal-hal yang dapat kita kendalikan, sebelum lebih jauh mari berkenalan dulu dengan Stoikisme ini.

Stoikisme merupakan aliran filsafat bukan sebuah aliran sesat atau sebuah agama, melainkan sebuah pandangan hidup untuk mengontrol emosi yang ada pada diri kita agar lebih stabil, Stoikisme sendiri sudah ada pada abad 300 SM yang di dirikan oleh Zeno seorang filsuf dari Yunani Kuno.

Kebanyakan orang terlalu menaruh standar kebahagian mereka pada dimensi eksternal seperti contohnya bagaimana pendapat orang lain, bagaimana orang lain mengvalidasi keberhasilan pada diri kita.

Baca Juga :  Yuk Simak Kisah Mistis dari Makam Keramat Plangon: On The Ambyar.

Dengan adanya aliran ini kita dapat mengendalikan itu semua dengan dimensi internal kita yaitu fokus dengan apa yang sudah dilakukan, berani dengan segala resiko, Stoikisme sendiri lebih berfokus pada solusi daripada terlarut akan masalah yang ada.

Ketika misalnya di kerjaan kita menerima komplain dari klien, seorang stoic bukanya terlarut mengapa bisa mendapat komplain, tetapi fokus bagaimana caranya agar lain kali tidak menerima komplain. Terlarut tidak akan menyelesaikan masalah yang ada malah menambah-nambah beban untuk diri sendiri.

Baca Juga :  Gamau Belajar Ilmu Nahwu Karena Susah? Tapi Ternyata ada Rahasianya Lhoo!

Contoh lain yaitu dari kisah Epictetus beliau dulunya hanya seorang budak yang miskin bukannya terlarut bahwa ia merupakan budak yang miskin dan menerima nasib tetapi ia fokus untuk bagaimana caranya keluar dari lingkaran kemiskinan.

Pada intinya, Stoikisme mengajarkan kita untuk dapat mengendalikan hal-hal yang kurang menguntungkan yang dapat menguras energi di dalam diri, mengeluh, merenungkan hal yang sudah terlanjur terjadi, marah pada diri sendiri.

Baca Juga :  Dakwah Instrumental, Politis, atau Elit?

Stoikisme hadir untuk dapat membatasi hal-hal tesebut saat gelas tumpah tanpa sengaja cukup bereskan dan bersihkan yang kotor tanpa memikirkan kenapa gelas bisa tumpah kendalikan reaksi dan emosi terhadap situasi yang tidak menguntungkan seperti hal yang tadi sudah di jelaskan.

“Yang penting bukanlah apa yang terjadi pada Anda, melainkan bagaimana Anda bereaksi terhadapnya.” Epictetus.

“Reaksi terbaik terhadap emosi adalah penerimaan yang disertai keikhlasan” Ariska puja.

Maksud kutipan dari penulis adalah kedewasaan emosional muncul dari penerimaan bukan penolakan.

 

 

Follow WhatsApp Channel theambyar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!
Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru
Kenapa Kita Susah Berubah?
Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu
Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai
Di Balik Reruntuhan Pakungwati, Ada Kisah Cinta dan Awal Peradaban Islam Cirebon!
BP3 Cirebon Gelar Lomba Renang, Latih Mental Anak
AI Tidak Bisa Gantikan Peran Guru
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

19 + eleven =

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kenapa Kita Susah Berubah?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai

Berita Terbaru

Artikel

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:00 WIB

Artikel

Kenapa Kita Susah Berubah?

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:00 WIB