Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri China: Kenapa Harus China?

- Penulis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 08:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Dukung Pembangunan Pondok Pesantren Al Muhajirin

Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri China: Maknanya

Kalimat “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China” pastinya bukan hal yang baru kita dengar untuk kita semua.

Dari SD sampai sekarang, pepatah ini masih sering terdengar di mana-mana. Mulai dari guru yang menyemangati muridnya, tulisan di poster motivasi sekolah, sampai kutipan bijak yang lalu-lalang di media sosial.

Tapi pernah nggak sih kamu benar-benar mikir, “Apa sih sebenarnya maksud dari pepatah ini?”

Untuk sebagian orang, mungkin kalimat ini terdengar seperti nasihat biasa.

Tapi kalau di telusuri maknanya lebih dalam, ternyata kalimat ini punya sejarah panjang, penuh perdebatan, dan makna yang luar biasa dalam.

Bukan cuma soal belajar jauh-jauh ke luar negeri, tapi soal semangat dan komitmen buat terus mencari ilmu, apapun rintangannya.

Kalimat ini sering dikaitkan dengan salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

Baca Juga :  Guru RA Talun "Naik Level": Belajar RDM Secara Langsung!

أُطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ فِي الصِّينِ

Artinya: “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.”

Namun dalam kajian para ulama, hadis ini di kategorikan sebagai hadist dhaif (lemah), bahkan sebagian menyebutnya maudhu’ (palsu).

Tapi menariknya, meskipun status hadis ini lemah, maknanya tetap di anggap mengandung hikmah yang sangat relevan sepanjang zaman.

Dalam buku Hadits Tarbawi oleh Abu Ubaidah, kalimat tersebut merupakan bagian dari redaksi yang lebih panjang:

أُطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ فِي الصِّينِ، فَإِنَّ طَلَبَ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ، وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَطْلُبُ

Artinya: “Carilah ilmu sekalipun di negeri China, karena sesungguhnya mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan. Dan sungguh malaikat merendahkan sayapnya untuk penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia lakukan.”

Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri China dan Sejarahnya

Kenapa Harus “Negeri China”?

Baca Juga :  Tipe Guru yang Di Senangi Oleh Siswa? Yuk Simak!

Pertanyaan menarik: kenapa yang di sebut adalah negara China, bukan India, Persia, atau Mesir yang juga di kenal sebagai pusat ilmu pengetahuan di masa lalu?
Alasannya adalah karena China di zaman Nabi merupakan negeri yang sangat jauh dari Jazirah Arab.

Menyebut China berarti menunjukkan tempat yang ekstrem, jauh, sulit di jangkau, dan asing secara budaya.

Jadi ini bukan soal negaranya, tapi hal ini lebih ke arah semangat: kalau memang serius cari ilmu, harus siap menempuh jarak sejauh apa pun.

Pada saat ini China bukan hanya Simbol akan tetapi menjadi tujuan yang sebenarnya.

Zaman sudah berubah. Kalau dulu China hanya di sebut sebagai lambang tempat yang jauh, sekarang negeri itu benar-benar jadi pusat inovasi dan teknologi global.

  1. Pemimpin Teknologi Global: China saat ini memimpin dalam berbagai bidang teknologi modern: kendaraan listrik, jaringan 5G, robotika, dan kecerdasan buatan (AI).
  2. Negara dengan Pengajuan Paten Terbanyak: China aktif dalam menciptakan teknologi dan pengetahuan baru.
  3. Ekonomi Digital yang Melesat: Tahun 2023, ekonomi digital China menyumbang sekitar 10% dari total PDB.
  4. Made in China 2025: Program besar pemerintah untuk menjadikan China pemimpin manufaktur teknologi tinggi.
  5. Internet 10G Pertama di Dunia: Pada 20 April 2025, China meluncurkan jaringan internet 10G pertama dengan kecepatan hingga 9.834 Mbps dan latensi 3 milidetik.

Baca Juga :  Stop Membandingkan Diri Kamu, Semua Orang Pasti Punya Kelebihan!

Relevansi Pepatah Ini di Zaman Sekarang
Pepatah ini mengingatkan kita bahwa ilmu itu nggak datang sendiri. Butuh usaha. Butuh perjuangan. Dan kadang, butuh perjalanan panjang, baik secara fisik maupun mental.

Selama kita masih punya rasa ingin tahu, masih terbuka buat hal-hal baru dan masih mau bergerak, berarti kita masih berada di jalan ilmu.

Dan siapa tahu, perjalanan menuntut ilmu kita hari ini walau nggak sampai ke China secara harfiah bisa membawa kita pada versi terbaik diri kita sendiri.

 

Oleh Dewi Pribadi

Follow WhatsApp Channel theambyar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!
Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru
Kenapa Kita Susah Berubah?
Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu
Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai
Di Balik Reruntuhan Pakungwati, Ada Kisah Cinta dan Awal Peradaban Islam Cirebon!
BP3 Cirebon Gelar Lomba Renang, Latih Mental Anak
AI Tidak Bisa Gantikan Peran Guru
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

four + 7 =

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kenapa Kita Susah Berubah?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai

Berita Terbaru

Artikel

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:00 WIB

Artikel

Kenapa Kita Susah Berubah?

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:00 WIB