Anggap Saja Kita yang Salah Dengar

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Dukung Pembangunan Pondok Pesantren Al Muhajirin

Anggap Saja Kita yang Salah Dengar

Ada satu fase dalam hidup saya ketika perhatian saya terhadap bacaan al-Qur’an begitu tajam, bahkan mungkin terlalu tajam. Saya tahu, salah harakat bisa mengubah makna. Salah i‘rab bisa menggeser pesan ayat. Maka setiap kali ada yang membaca, telinga saya siaga.

Bukan untuk tenggelam dalam makna.

Bukan untuk meresapi getarannya.

Tapi untuk mengaudit: tajwidnya benar atau tidak? Makhrajnya tepat atau meleset? Nahwunya rapi atau berantakan?

Suatu maghrib, di sebuah masjid, saya menumpang shalat. Tapi tak ada imam tetap. Tiba-tiba seorang bapak berdiri di depan. Shalat pun dimulai.

Baca Juga :  Sapaan dari Langit

Dan… bacaannya tidak sempurna. Ada yang kurang tepat. Ada yang terasa janggal di telinga saya yang waktu itu merasa “terlatih”.

Sepanjang jadi makmum, hati saya ngedumel. Fokus saya bukan pada Allah. Bukannpada shalat saya. Bukan pada makna ayat. Tapi pada “kesalahan” sang imam.

Begitu salam kanan-kiri selesai, saya langsung bangkit. Ke pojok masjid. Saya ulangi shalat saya.

Di rumah, dengan sedikit rasa bangga, saya cerita pada Abah. Bahkan sambil menirukan bacaan imam tadi dengan nada meremehkan.

Abah hanya tersenyum.

Baca Juga :  Masa Depanmu? Itu Semua Tergantung dengan Prosesmu Saat Ini!

“Lain kali, nggak usah kamu ulangi shalat kamu.”

“Tapi bacaannya kan nggak benar, Abah….shalatnya gak sah”

Beliau menjawab pelan, hampir seperti berbisik:

“Anggap saja kamu yang salah dengar tadi.”

Jawaban itu sederhana. Tapi menampar halus ego saya.

Sejak itu saya belajar satu hal: tidak semua yang terdengar salah harus segera dihakimi. Tidak semua yang terasa kurang tepat harus langsung dikoreksi dengan rasa lebih suci.

Saya mulai fokus pada bacaan saya sendiri. Pada kekhusyukan saya sendiri. Pada makna shalat yang sering justru hilang karena sibuk menjadi “hakim” bagi orang lain.

Baca Juga :  Mengenal Ki Gede Alang-Alang? Siapakah Sosok Itu? On The ambyar

Kini prinsip itu saya bawa ke banyak ruang kehidupan:

Kalau melihat orang lain salah,

anggap saja mungkin kita yang salah lihat.

Kalau mendengar orang lain keliru,

anggap saja mungkin kita yang salah dengar.

Bukan untuk membenarkan kesalahan.

Bukan untuk menormalisasi kekeliruan.

Tapi untuk melatih hati agar tidak tergesa-gesa menghakimi. Untuk menjaga diri dari merasa lebih benar. Dan untuk mengingat bahwa memperbaiki diri sendiri jauh lebih mendesak daripada sibuk mengaudit orang lain. Kadang yang perlu kita luruskan bukan bacaan imam, tapi cara pandang kita sendiri.

Bukankah cara syaitan menggoda itu seperti ini: ketika ia gagal membuat kita melakukan kesalahan, ia akan sukses membuat kita merasa paling benar sendiri?

 

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Follow WhatsApp Channel theambyar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!
Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru
Kenapa Kita Susah Berubah?
Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu
Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai
Di Balik Reruntuhan Pakungwati, Ada Kisah Cinta dan Awal Peradaban Islam Cirebon!
BP3 Cirebon Gelar Lomba Renang, Latih Mental Anak
Dikhianati, tapi Harus Memaafkan?
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

three × 4 =

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kucing, Tuas, dan Kita: Bagaimana Otak Diam-Diam Belajar Kebiasaan Baru

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Kenapa Kita Susah Berubah?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kamu Adalah Kebiasaanmu: Ilmu di Balik Alam Bawah Sadar yang Membentuk Dirimu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesisir Pelabuhan Cirebon, Dari Dermaga Bersejarah Jadi Spot Santai

Berita Terbaru

Artikel

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:00 WIB

Artikel

Kenapa Kita Susah Berubah?

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:00 WIB