Dalam artikel kali ini kita akan membahas sesuatu yang harus atau lebih baik dihindari oleh orang yang sedang berpuasa.
Tidak haram tapi bagusnya dihindari. Beda kalau yang di bab sebelumnya itu merupakan hal yang haram dan memang harus dihindari.
salah satu yang dilarang dilakukan yaitu puasa wisal. Puasa wisal itu puasa terus-menerus dari mulai subuh sampai subuh lagi.
Bahkan berikutnya Rasulullah melarang itu tidak boleh. Maka para kiai itu lebih dibatalkan dulu, minimal satu tegukan air karena memang itu sudah dilarang.
Nah, sahabat ini sebenarnya juga menggambarkan bahwa zaman dulu itu demokratis ya.
Ada sahabat yang mempertanyakan Rasul “anda sendiri kan wisal puasa sampai menyambung puasa sampai subuh. Kenapa saya enggak boleh kok sampean boleh? Aneh ini.”
(04:56) Rasulullah menjawab, “Apa ada di antara kalian yang sama seperti aku? Mendapat keistimewaan seperti aku? Ada enggak?
Saya itu kalau malam dikasih makan langsung sama Allah, dikasih minum. Ada enggak? Kalau ada yang sama, ayo sama gitu kan.” Nah, dengan hal itu artinya puasa itu termasuk keistimewaan bagi rasul.
(05:21) hanya rasul yang boleh melakukan wisal seperti menikah lebih dari empat itu kan enggak boleh ditiru oleh siapapun umatnya.
Jadi syariat itu ada yang khusus untuk Rasul. Rasulullah melakukan dan sahabat semua tahu, tapi tidak boleh meniru. Itu khususiah nanti ada di kajian ushul fikih. Ada yang memang untuk rasul dan umatnya.
(06:59) Kenapa kemudian Rasulullah malam hari dapat makan dan minum dari surga tapi kemudian masih dikategorikan puasa? Karena dalam riwayat yang membatalkan puasa itu makanan duniawi.
(09:22) Dan sampai sekarang syariat ulama sepakat bahwa puasa wisal itu haram.
(10:52) Orang puasa sudah digariskan dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, tapi itu malah disambung. Ngapain? Nilai ibadahnya tidak ada.
Tapi dampaknya berbahaya, fisik jadi lemah, kelelahan, dan badan juga jadi kurang sehat. Beda dengan yang ada nilai ibadahnya yang memang harus dilakukan, seperti ibadah haji dengan tawaf dan sai itu kan melelahkan dan mengurangi kesehatan fisik belum lagi adaptasi cuaca dari kita yang biasa di Indonesia kemudian di Arab Saudi.
(11:25) Tapi karena itu ada nilai ibadahnya dan harus dilakukan, tetap dilakukan tawaf, sai dan pastinya berdesak-desakan, menguras tenaga dan fisik. Yang tidak boleh itu melemahkan fisik, menguras tenaga, berdampak pada kelelahan, tapi tidak ada nilai ibadah.
Jadi puasa itu memang dilarang karena membahayakan badan. Syariat itu sudah sangat tepat mengukur kemampuan manusia.
Tonton versi video lengkapnya dibawah ini:
















