Sebagai orang tua, kita seringkali dihadapkan pada situasi yang sangat menjengkelkan, setelah seharian lelah menjalankan aktivitas, begitu sampai di rumah kita disuguhi tingkah pola anak anak yang kadang memancing amarah.
Seakan akan anak sengaja memancing amarah kita, dari mulai sikap mereka yang malas malasan abai terhadap kebersihan dan kerapian rumah, sampai tidak mau menjalankan kewajiban.
Akumulasi dari kelelahan, beban kerja dan segala persoalan hidup yang sudah menguras energi ditambah perilaku anak anak yang tidak sesuai harapan sudah barang tentu memancing reaksi spontan orang tua secara emosional bahkan tidak jarang sumpah serapah muncul dari mulut orang tua.
Dalam keyakinan Islam anak adalah amanat atau titipan Allah kepada orang tua yang wajib dijaga dirawat dan dididik agar menjadi pribadi yang sukses dunia akhirat.
Menariknya Allah swt memberi โhadiahโ istimewa kepada orang tua atas amanat tersebut, salah satunya adalah bahwa doa orang tua untuk anaknya termasuk salah satu doa yang pasti dikabulkan oleh Allah SWT.
Sebagaimana hadits Nabi dalam riwayat al Hafidz At Tabrani dalam Kitabud Du’a nya sebagai berikut:
ุซูููุงุซู ุฏูุนูููุงุชู ู
ูุณูุชูุฌูุงุจูุงุชู ููุง ุดูููู ูููููููู: ุฏูุนูููุฉู ุงููู
ูุธููููู
ูุ ููุฏูุนูููุฉู ุงููู
ูุณูุงููุฑูุ ููุฏูุนูููุฉู ุงููููุงููุฏู ุนูููู ููููุฏููู.
โAda tiga doa yang pasti terkabulkan tanpa keraguan, doa orang yang terzalimi, doa musafir dan doa orang tua pada anaknyaโ
Atas amanat anak yang Allah titipkan kepada orang tua, Allah memberi keistimewaan tersebut agar orang tua senantiasa di samping berikhtiar secara fisik untuk mensukseskan anak, orang tua juga dibekali โKekuatan Superโ berupa doa yang pasti diterima.
Mengingat istimewanya doa orang tua kepada anaknya dimata Allah, maka penting bagi orang tua untuk tetap mengendalikan diri.
Seburuk apapun situasinya, se-tidak menyenangkan apapun perilaku anaknya, agar berhati hati dalam mengucapkan kata-kata kepada anaknya jangan sampai anak menjadi korban doa buruk orang tua.
Abdullah bin al Mubarok salah satu ulama terkenal pernah dikunjungi seseorang yang meminta agar beliau berkenan mendoakan dan membimbing anaknya yang sangat bandel.
Ibnu Mubarok bertanya pada orang tersebut: โapakah anda pernah berdoa buruk pada anak anda?โ ia menjawab; โ sikapnya sering membuat saya marah dia anak durhaka makanya saya sering mendoakan buruk padanya sering menyumpahinyaโ.
Ibnu Mubarok menimpali: โ Pulanglah, apa gunanya ikhtiar saya mendidik dan mendoakan anakmu agar menjadi orang baik, kalau kamu sendiri mendoakan agar dia menjadi anak yang buruk.
Apa yang disampaikan oleh Ibnu Mubarok bukanlah jenis keputusasaan, namun menunjukkan isyarah bahkan orang yang alim dan zuhud pun doanya tidak bisa mengalahkan doa orang tua terhadap anaknya.
Terkait hal ini Rasulullah menegaskan:
ููุง ุชูุฏูุนููุง ุนูููู ุฃูููููุณูููู ูุ ููููุง ุชูุฏูุนููุง ุนูููู ุฃูููููุงุฏูููู ูุ ููููุง ุชูุฏูุนููุง ุนูููู ุฃูู ูููุงููููู ูุ ููุง ุชูููุงูููููุง ู ููู ุงูููููู ุณูุงุนูุฉู ููุณูุฃููู ูููููุง ุนูุทูุงุกู ููููุณูุชูุฌููุจู ููููู ู
Artinya: “Janganlah kalian mendoakan keburukan atas diri kalian, janganlah mendoakan keburukan atas anak-anak kalian, dan janganlah mendoakan keburukan atas harta kalian, (kalian berbuat demikian) bisa jadi bertepatan dengan suatu saat di mana Allah diminta pada saat itu sesuatu pemberian, lalu Dia memperkenankan bagi kalian (HR. Muslim)
Seburuk apapun anak durhaka kepada orang tuanya, orang tua harus tetap mendoakan kebaikan tidak boleh putus asa akan rahmat Allah swt.
Sangat bijak orang tua yang meniru dan membaca doa yang biasa dibacakan oleh Imam Fudhail bin Iyadh:
ุงููููููู ูู ุฅููููู ุงุฌูุชูููุฏูุชู ููู ุชูุฃูุฏููุจู ุนูููููู ููููู ู ุฃูุณูุชูุทูุนู ุชูุฃูุฏููุจูููุ ุงููููููู ูู ููุฃูุฏููุจููู ููู
Ya Allah, sungguh aku telah berusaha keras mendidik Ali namun aku tidak mampu mendidik/memperbaiki perilakunya, maka perbaikilah adabnya untukku.
Berkah kesungguhan Imam Fudhail bin Iyadh dalam mendoakan putranya Ali, Ali akhirnya tumbuh menjadi sosok ulama seperti ayahnya.















Komentar