CIREBON – Pelabuhan Cirebon yang terletak di kawasan Jl. Perniagaan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. kini menjadi salah satu destinasi wisata pesisir pilihan warga.
Keberadaan deretan warung kuliner di area dermaga sebenarnya telah beroperasi sejak lama, namun jumlah kunjungan meningkat drastis usai viral di media sosial pasca lebaran 2026.
Maraknya unggahan pengunjung di platform media sosial memberikan dampak positif bagi perekonomian pedagang setempat.
Salah seorang pelaku usaha kuliner di dermaga mengungkapkan adanya peningkatan omzet harian yang signifikan.
“Warung di sini sebenarnya sudah lama ada. Namun, setelah Lebaran kemarin tiba-tiba ramai karena banyak yang mengunggah ke media sosial. Kalau hari biasa lumayan sepi, Biasanya Sabtu dan Minggu sore pasti padat pembeli,” ujar Ratih pedagang setempat, Kamis (01/10/2026).
Akses ke lokasi ini terbilang ekonomis dengan tarif masuk Rp3.500 untuk sepeda motor. Daya tarik Pelabuhan Cirebon juga dirasakan pengunjung yang datang pada hari kerja (weekday).
Namun bagi sejumlah pengunjung memilih datang pada waktu tersebut guna menghindari kepadatan akhir pekan serta menikmati suasana laut yang lebih tenang.
Minimnya keberadaan tempat sampah umum mengakibatkan sampah plastik bekas kemasan makanan dan minuman bertebaran di beberapa titik dermaga.
Seorang pengunjung menilai persoalan kebersihan di kawasan pelabuhan dipicu oleh kurangnya fasilitas serta belum optimalnya kesadaran publik.
“Saya tahu tempat ini dari Instagram. Suasananya enak untuk bersantai sore, tetapi tempat sampah di sini sangat minim sehingga kebersihan kurang terjaga. Sebaiknya pedagang menyediakan tempat sampah mandiri di samping lapak masing-masing. Pihak pengelola juga perlu memperbanyak tempat sampah umum agar pengunjung tidak kesulitan membuang sampah,” tuturnya.
Langkah sederhana ini penting supaya keindahan pelabuhan tetap terjaga dan makin nyaman dikunjungi semua orang.















Komentar