Malam Pengampunan yang Sering Kamu Lewat: Padahal Banyak Keutamaannya. Bulan Sya’ban sering disebut sebagai gerbang menuju bulan suci Ramadan.
Malam Nisfu Sya’ban merupakan waktu dimana Allah akan membukakan pintu segala ampunan seluas-luasnya untuk hambanya.
Malam Nisfu Sya’ban juga disebut sebagai Malam Laylatul Bara’ah yang berarti malam pengampunan dosa. Pada malam ini seluruh syafa’at dan pertolongan Allah akan tercurahkan secara melimpah kepada hambanya.
Malam ini merupakan waktu yang tepat untuk musahabah diri, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah dibanding hari-hari sebelumnya, sebagai persiapan untuk menyambut Bulan Ramadan.
Dalam buku “Malam Nisfu Sya’ban” karya Hanif Lutfi. Nisfu Sya’ban terdiri dari 2 kata, yaitu Nisfu yang artinya setengah dan Sya’ban artinya Bulan Sya’ban. Ada beberapa hadits yang menyebutkan tentang keutamaan Nisfu Sya’ban mulai dari hadits shahih sampai hadits dha’if.
Malam Pengampunan dan Haditsnya
Sebagaimana hadits ini diriwayatkan oleh al-Imam al-Thabrani dan Ibnu Hibban dari Mu’adz bin Jabal RA dari Nabi Muhammad SAW,
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ الجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya; “Allah SWT melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu memberikan ampunan kepada seluruh makhluk-Nya kecuali kepada orang yang menyekutukan Allah atau orang yang bermusuhan.”
Dalam hadits diatas dijelaskan bahwa ada golongan manusia yang tidak mendapatkan ampunan dari Allah.
Diantaranya adalah orang-orang yang melakukan perbuatan syirik, orang yang masih menyimpan dendam kepada orang lain, memutus tali silaturahmi, orang yang melakukan perbuatan zina, orang yang mabuk-mabukan, durhaka kepada orang tua, suka mengadu domba, serta mereka yang riba.
Malam Pengampunan dan Amalannya
Adapun amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di malam Nisfu Sya’ban, yaitu:
- Membaca surat yasin sebanyak 3 kali setelah shalat maghrib di malam Nisfu Sya’ban. Bacaan yasin pertama diniatkan untuk memohon umur yang panjang yang penuh dengan keberkahan. Bacaan kedua, diniatkan untuk memohon dijauhkan dari segala bala, musibah, dan fitnah. Bacaan ketiga, diniatkan memohon agar ditetapkan iman islam hingga akhir hayat atau meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.
- Membaca do’a Nisfu Sya’ban
- اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
- Memperbanyak dzikir dan sholawat (istighfar 100×, Tahmid dan Takbir 100×, dan bersholawat 100×)
- Memperbanyak do’a (Hajat masing-masing)
- Melaksanakan qiyamullail (shalat sunnah) dan lebih bagus dikerjakan di sepertiga malam.
- Amalan tambahan, yaitu amalan yang dianjurkan oleh para salaf habib “Barangsiapa yang menulis surat shad ayat 54 pada malam Nisfu Sya’ban lalu ditaruh di tempat menyimpan uang, Insya Allah rezekinya akan terus mengalir sepanjang tahun.
اِنَّ هٰذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهٗ مِنْ نَّفَادٍۚ
Artinya: Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki (dari) Kami yang tidak habis-habisnya.
















