Home / Artikel / Kultum

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:51 WIB

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Haus, tapi?

Haloo sobat ambyarr di mana pun kalian berada. Bulan Ramadan adalah hadiah istimewa, yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad untuk umatnya, umat Islam.

Di bulan Ramadan ini, bulan yang penuh dengan ampunan, rahmat, dan juga keberkahan. Oleh karenanya bulan ini menjadi kesempatan emas bagi kita semua untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila datang bulan Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” Menurut Imam Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan mengenai maksud dari pintu-pintu surga dibuka adalah bahwa bulan Ramadan ini ampunan Allah begitu luas.

Sehingga kita sebagai umat muslim diminta untuk meningkatkan ibadah kita. Masukilah oleh kita pintu-pintu amal saleh. Perbanyak tobat, perbanyak amal ibadah, bersedekah, berbuat baiklah kepada sesama kalian sehingga pintu-pintu surga dibuka untuk kita.

Adapun makna dari pintu-pintu neraka ditutup adalah bahwa di bulan ini ketika umat muslim banyak yang meningkatkan ibadahnya, maka semakin sedikit pula lah yang berbuat dosa, berbuat maksiat sehingga seolah-olah pintu neraka itu tertutup.

Hadis ini juga menjadi ajakan bagi kita semua bagaimana agar di bulan puasa ini kita tutup pintu-pintu maksiat dalam diri kita, kita tutup pintu-pintu dosa dalam diri kita. Perbanyak berbuat baik sehingga di Ramadan ini pintu neraka ditutup untuk kita.

Baca Juga :  Cinta dalam Diam: Ketika Doa Menjadi Bahasa Rindu yang Paling Tulus

Kemudian adapun kalimat setan-setan dibelenggu. Menurut Imam Ibnu Hajar adalah bahwa pengaruh setan di bulan Ramadan ini berkurang. Akan tetapi, perlu kita ingat. ulama juga mengingatkan kita bahwa meski pengaruh setan itu berkurang di bulan Ramadan, manusia tetap mempunyai hawa nafsu.

Manusia juga tetap punya kebiasaan-kebiasaan buruk dalam dirinya yang mungkin dia sudah lakukan sebelum-sebelumnya. sehingga di bulan Ramadan ini kemungkinan bisa saja dilakukan kembali.
Oleh karenanya hadis ini menjadi pengingat bagi kita agar kita membelenggu sifat sifat-sifat setan dalam diri kita. Bagaimana kita menahan diri kita untuk berbuat dosa, berbuat maksiat, melainkan perbanyaklah ibadah kebaikan kepada orang lain.

Puasa tidak hanya mengajarkan kita untuk menahan diri dari rasa lapar dan haus, tapi puasa juga mengajarkan diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, menjadi muslim yang menyejukkan.
Bagaimana kita menjadikan puasa ini melatih diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Puasa adalah perisai. Dan apabila di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah kalian berkata kotor dan janganlah kalian bertengkar. Hadis ini mengingatkan kepada kita bahwa puasa itu menjadi perisai bagi diri kita supaya kita menjaga emosi kita, menjaga lisan kita, menjaga hati kita, dan juga perbuatan kita. Jangan sampai melakukan perbuatan sia-sia.

Jangan sampai melakukan perbuatan yang dapat menyakiti orang lain. Akan tetapi di era sekarang ini, pastinya kita sadar betul di era media sosial, masih sering kita temukan konten-konten yang mungkin memicu banyak komentar-komentar negatif.

Baca Juga :  Overtingking? Apakah Itu, dan Bagaimana Cara Mengatasinya!

Masih banyak kita temukan komentar-komentar yang menyakiti, berita-berita fitnah yang disebar luaskan. Tanpa kita sadari jari-jari kita begitu ringan mengetikkan sesuatu, padahal nantinya kita akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karenanya di bulan Ramadan ini, marilah jadikan media sosial sebagai sarana untuk berdakwah, sebagai sarana bagaimana kita mendapatkan pahala.

Sebarkan berita positif, sebarkan kabar-kabar gembira, sebarkan nasihat dan doa-doa sehingga apa yang kita tulis, apa yang kita sampaikan di ruang digital menjadi ibadah bagi kita

Terkadang kita menganggap puasa adalah ibadah personal di mana kita menahan makan, minum, hawa nafsu dari pagi sampai terbit matahari waktu magrib. Kita lupa bahwa ibadah puasa bukan hanya soal hubungan vertikal kita kepada Tuhan, tapi juga ibadah kita secara horizontal, hubungan kita kepada sesama manusia.

Allah berfirman yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa tujuan puasa adalah untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Takwa adalah kesadaran hati di mana kita selalu senantiasa menghadirkan Allah dalam setiap langkah hidup kita.

Baca Juga :  Yuk Kenali Tipe Gaya Belajarmu!

Dan takwa tidak hanya terbatas di atas sajadah, tapi juga harus mampu kita implementasikan di ruang lingkup sosial. Saat kita berpuasa, sudahkah dengan puasa kita memberi rasa aman? kepada orang lain. Sudahkah orang lain merasakan kehadiran kita itu bermanfaat? Sudahkah orang lain merasakan kehadiran kita itu menyenangkan? Atau justru sebaliknya.

Oleh karenanya apabila puasa tidak hanya membatasi diri kita untuk ibadah personal, tapi mampu menjangkau lebih luas lagi, menyebarkan kebermanfaatan untuk orang lain, memberikan dampak positif untuk orang lain.

Sesungguhnya puasa kita telah sampai pada hakikat takwa. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda: ” Sayangilah oleh kalian penduduk yang berada di bumi, maka kelak kalian akan disayangi oleh penduduk yang berada di langit.”

Oleh karena itu, marilah di momen Ramadan kali ini kita merenung bersama. Sudahkah kehadiran kita menenangkan bagi orang lain? Sudahkah kehadiran kita membahagiakan bagi keluarga kita? Sudahkah lisan kita menyejukkan bagi tetangga kita? Dan sudahkah hadirnya kita memberikan rasa aman bagi lingkungan kita?

Mudah-mudahan di Ramadan kali ini menjadi momen kita bersama untuk menjadi seorang muslim yang ramah, bukan pemarah, yang pemaaf bukan pendendam, yang peduli bukan egois, yang lemah lembut bukan yang berkata kasar.

Mudah-mudahan Ramadan ini kita bisa menjadi muslim yang kehadirannya memberikan dampak manfaat tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain menjadi muslim yang kehadirannya menyejukkan.

Tonton versi video lengkapnya dibawah ini:

Share :

Baca Juga

Artikel

Quirkyalone? Apakah Kamu Termasuk!

Artikel

Ketika Media Dikuasai Segelintir Elit: Ancaman Tersembunyi bagi Demokrasi

Artikel

Overthinking: Dampak dan Cara Mengatasinya!

Artikel

Ada Sejuta Manfaat Menulis Bagi Kesehatan Mental

Agama

Ternyata ini Kebiasaan Nabi yang Membuat Hidupmu semakin Sehat dan Berkah!
Satu Abad NU

Artikel

SATU ABAD NU
HARI RAYA KU

Agama

HARI RAYA KU!! (Dinamika 1 Syawal)
Hidup Berujung Mudik

Agama

Hidup Berujung Mudik