Home / Agama / Artikel

Sabtu, 29 April 2023 - 09:34 WIB

Isbal Part (1)

Katanya cingkrang itu sunnah, HARUSNYA tidak ada dosa jika ditinggalkan. Lha kok yang di bawah mata kaki malah jadi Neraka. Ada yang bisa jawab?

Begitulah guruku yang mulia melempar tanya kepada kami. Seperti biasa, aku datang bbersama mbak Hannah & di situ sudah ada mas Fikri yg bersandar di punggung mas Topa. Topik isbal ini legenda yah, selalu jadi primadona (atau momok?) dari jaman ke jaman.

Ngeri juga kalo tiba-tiba didatengin orang terus disodorin Hadits, โ€œsemua kain di bawah mata kaki tempatnya di nerakaโ€ Kain? di Neraka? Sampai waktu itu pernah kutulis di salah satu tweet, “Untung yang berada di neraka cuma kainnya aja.”, dan langsung diserbu orang yang bilang aku mengolok-mengolok hadits.

Guruku pun melanjutkan “Ini bahaya. Bagi orang awam bisa menimbulkan fitnah, terutama sikap sesama muslim yang selalu merasa paling benar dan sewenang-wenang. Padahal ini hanyalah ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ž๐—ต๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ณ๐—ถ๐˜†๐—ฎ๐—ต (๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป) sejak jaman dulu.”

Baca Juga :  Mitos Tanjakan Cimangu: On The ambyar

“Memahami definisi isbal aja, bisa bermacam-macam konteks. Jadi jangan kaget kalo hari ini kalian akan mendengar istilah-istilah dan hadits-dhadits yang belum pernah kalian dengar sebelumnya,” demikian ujar guruku yang mulia.

๐—”๐—ฝ๐—ฎ ๐˜€๐—ถ๐—ต ๐—ฎ๐—ฟ๐˜๐—ถ ๐—ถ๐˜€๐—ฏ๐—ฎ๐—น?

Banyak orang jika ditanya tentang isbal, jawabannya yakni menjulurkan kain melebihi mata kaki, ini haram, ini praktek terlarang dan akan membunyikan hadits-hadits yang itu-itu saja. Bosan. Pada beneran ngerti ngga sih sebenernya?

๐—ž๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฐ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ถ๐˜๐˜‚ ๐˜€๐˜‚๐—ป๐—ป๐—ฎ๐—ต, ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฟ๐˜๐—ถ ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ผ ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—น๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ท๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ๐˜๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—น๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฎ๐—ธ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ผ๐˜€๐—ฎ. ๐˜“๐˜ฉ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ. Ada yang bisa jawab kenapa?

Belom lagi fenomena umat hari ini, yang selalu berlomba pamerin pengamalan keagamaannya masing-masing. Kalau cuma bagi-bagi pengalaman tidak apa-apa. Tapi masa iya sampe urusan celana kebanjiran aja bisa jadi pengkafiran kepada kaum muslim yang memilih untuk tidak cingkrang?

Sekarang mari kita belajar dan buka kitabnya. Guruku lalu memandangku, “Ade, tolong baca kitabmu hal 846.” โ€œIsbal, mashdar dari asbala, diambil dari kata As-sabalโ€ โ€œAs-sabal adalah jenis baju paling tebal terbuat dari kapas/ramiโ€

Baca Juga :  Sombong Membawa Malapetaka, Bagaimana Cara Menghindarinya?

Guruku melanjutkan, Dalam ilmu pemaknaan lafadz, maka kita boleh pakai Tahrir al musthalahat (penegasan makna), maka secara wadhโ€™i (pembentukan lafal), “isbal adalah memakai memakai baju/kain (terbuat dari kapas) yang diturunkan hingga tanah”

Jelas yah, ๐—ธ๐—ผ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—ธ๐˜€๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฎ๐—ฑa๐—นa๐—ต ๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ถ๐—ฎ๐—ป (terutama yang terbuat dari kapas) Perbuatannya: menjulurkannya ke tanah. Makna yang lebih umum, Seseorang dikatakan mengisbalkan bajunya apabila ia memanjangkan pakaian/kain dan melabuhkannya ke tanah (Lisan alโ€˜Arab XI:319)

Terus apa sebabnya kok bisa masuk neraka? NAH, perlu saya tegaskan bahwa hukum isbal ๐—ง๐—œ๐——๐—”๐—ž ๐—”๐——๐—” di Al-Qurโ€™an. Semua riwayatnya bersumber pada Hadits. Terkait pakaian maka kaidahnyaย  โ€œ๐˜๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ญ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ (๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ)โ€

Sebagaimana sabda Nabi saw yang diriwayatkan oleh An-Nasai, โ€œ๐˜”๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ & ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข ๐™—๐™š๐™ง๐™ฅ๐™–๐™ ๐™–๐™ž๐™–๐™ฃ๐™ก๐™–๐™ ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ฉ๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™—๐™š๐™ง๐™ก๐™š๐™—๐™ž๐™๐™–๐™ฃ & ๐™ฉ๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™จ๐™ค๐™ข๐™—๐™ค๐™ฃ๐™œโ€

Hadits tersebut dipertegas oleh Ibnu Majah, โ€œBarangsiapa ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑenga๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ต ๐—ธ๐—ฒ๐˜€๐—ผ๐—บ๐—ฏ๐—ผ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฑ๐˜‚๐—ป๐—ถ๐—ฎ, maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaan pada hari Kiamat dan dia akan di masukkan ke dalam api Nerakaโ€

Baca Juga :  Obat Hati? Apa Saja Itu, Yuk Di Simak!

Dari hadits tersebut, maka kita sepakati siapapun yang memakai pakaian dgn penuh kesombongan, maka tempatnya di Neraka. Tidak peduli gadis atau janda, perjaka atau duda, semua akan masuk neraka kalau niat dan sikap berpakaiannya penuh kesombongan. Termasuk yang pakai jilbab.

Kalau kemarin yang cingkrang ngatain santri yang sarung atau celananya melebihi mata kaki akan masuk neraka, sekarang gantian kita pakai dalil kemutlakan untuk membalik hukumnya. Ini belum masuk hukum isbalnya lho, baru menjelaskan tentang kaidah berpakaian

Dari kedua hadits di atas maka kita menemukan adanya unsur โ€œkesombonganโ€ sebagai suatu sifat yg keberadaannya menyebabkan adanya hukum, dan ketiadaannya menyebabkan tiadanya hukum, atau dalam Ushul Fiqih dikenal sebagai ๐—ถ๐—น๐—น๐—ฎ๐˜

Apa contohnya illat? ๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ถ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ช๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ช๐˜ง๐˜ข๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. Sampe sini paham?

 

teweet @adeirra

Author Profile

Akhmadi Didi

Share :

Baca Juga

Agama

Automated Containers Make Organic Urban Farming Feasible
menghormati

Agama

Menghormati Anak Orang Terhormat

Artikel

Feminisme Islam dan Setelahnya

Agama

Maulid Nabi: Bid’ah, Benarkah ! (2)
sifat ghadab

Agama

Sifat Ghadab? Gimana sih Cara Menghindarinya

Artikel

Pencegahan dan Dampak Gangguan Mental? Yuk Simak!
rezki

Agama

Rezeki? Jangan Cemaskan Rezeki Esok!

Agama

Kisah Abu Bakar Menemani dan Melindungi Rasulullah saat Hijrah ke Madinah