Erupsi Anak Krakatau, Menkes Imbau Masyarakat Tidak Panik tapi Jaga Saluran Pernapasan, Mata, Kulit

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 11:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Dukung Pembangunan Pondok Pesantren Al Muhajirin

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang meluas membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menghimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap memperhatikan tiga bagian tubuh yang paling rentan terdampak, yakni pernapasan, mata, dan kulit.   “Yang pertama, dari sisi kesehatan, abu vulkanik ini ada tiga dampak yang harus kita jaga.

Pertama adalah ke pernafasan, kedua adalah ke mata, dan yang ketiga adalah ke kulit itu adalah tempat-tempat dimana masalah kesehatan bisa terjadi akibat adanya debu vulkanik ini,” ujarnya dalam Konferensi Pers pada Ahad (6/9/2026).

Baca Juga :  INGAT Terkadang Kita Hanya Mampu Membaca Doa tapi Belum Mampu Berdoa (2)

Untuk menjaga pernapasan, Budi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah.

Jika harus keluar, masyarakat diminta menggunakan masker. “Untuk menjaga kesehatan pernafasan, usahakan kegiatannya dilakukan di rumah.

Kalau Bapak Ibu harus keluar rumah, pastikan memakai masker,” katanya.   Ia mengatakan jika mengalami gangguan pernapasan, masyarakat diminta segera mendatangi puskesmas terdekat.

“Kita sudah mengembangkan alat-alat nebulizer dan oksigen konsentrator (untuk menangani gangguan tersebut),” tuturnya.   Abu vulkanik juga berpotensi menyebabkan mata gatal dan iritasi.

Baca Juga :  Feminisme Islam dan Setelahnya

Budi menegaskan masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan kacamata untuk mengurangi risiko debu masuk ke mata.

“Kalau ternyata sudah debunya masuk, pastikan jangan dikucek-kucek. Bersihkan pakai air dan segera ke puskesmas karena semua puskesmas sudah kita kasih obat tetes mata,” katanya.

Sementara itu, paparan abu vulkanik pada kulit juga perlu diwaspadai. Ia meminta masyarakat yang beraktifitas di luar ruangan untuk langsung membersihkan tubuh dengan air.

“Pastikan dibersihkan dengan air dengan hati-hati, karena mungkin saja ada beberapa partikelnya yang tajam. Bersihkan dengan hati-hati,” katanya.

Baca Juga :  "Mengkritik” atau “Menghina” Pesantren?

Budi mengatakan bahwa di puskesmas juga menyiapkan salep kulit apabila masyarakat mengalami gatal atau gangguan pada kulit akibat abu vulkanik.   “Kalau bisa jangan keluar. Tapi kalau keluar rumah, pakai masker. Kalau mata, mesti pakai kacamata.

Kalau kulit, begitu pulang langsung bersihkan,” tegasnya.   Kementerian Kesehatan, lanjutnya, telah mulai mengaktifkan seluruh health emergency operating center di wilayah terdampak.

“Kita juga segera akan mengeluarkan surat edaran untuk memberikan guidance yang rinci terhadap para petugas tenaga kesehatan di seluruh kabupaten/kota yang terdampak,” pungkas Budi.

Penulis: Rikhul Jannah

Artikel telah terbit di NU Online

Follow WhatsApp Channel theambyar.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Kawasan Tua, Pecinan Cirebon Disiapkan Jadi Magnet Wisata Baru
BP3 Cirebon Gelar Lomba Renang, Latih Mental Anak
Indonesia Kalah dari Bulgaria, Evaluasi Taktik dan Strategi Menuju Kebangkitan Timnas
Ketika Media Dikuasai Segelintir Elit: Ancaman Tersembunyi bagi Demokrasi
Ziarah: Langkah NU di Harlah ke-100
Vasektomi: Solusi Nyata atau Ilusi Fana?
Guru RA Talun “Naik Level”: Belajar RDM Secara Langsung!
“Mengkritik” atau “Menghina” Pesantren?
Berita ini 45 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

sixteen + 4 =

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:48 WIB

BP3 Cirebon Gelar Lomba Renang, Latih Mental Anak

Senin, 7 September 2026 - 11:00 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Menkes Imbau Masyarakat Tidak Panik tapi Jaga Saluran Pernapasan, Mata, Kulit

Sabtu, 11 April 2026 - 10:00 WIB

Indonesia Kalah dari Bulgaria, Evaluasi Taktik dan Strategi Menuju Kebangkitan Timnas

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:00 WIB

Ketika Media Dikuasai Segelintir Elit: Ancaman Tersembunyi bagi Demokrasi

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:27 WIB

Ziarah: Langkah NU di Harlah ke-100

Berita Terbaru

Artikel

Sebelum Mengubah Kebiasaan, Kenali Dulu Siapa Dirimu!

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:00 WIB

Artikel

Kenapa Kita Susah Berubah?

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:00 WIB